Berulangkali aku datang, membawa rindu
yang sama, membawa bunga kesukaanmu. Tapi aku hanya bertemu pintu beku yang
memantulkan suara salam tanpa jejak mendekat. Kuletakkan bunga itu di antara
bunga-bunga milikmu, yang berwarna warni tertata dengan indah. Berharap bungaku
akan ada disana di antara pot-pot indah milikmu. Aku pulang meninggalkan janji
akan datang padamu esok dan esoknya lagi.
Malam menjelang, aku bertanya pada
bintang, bolehkah kutitipkan mataku padanya, agar aku bisa melihatmu meski
hanya terhalang pintu yang beku. Namun aku yakin dirimu ada dibaliknya.
Bersandar, mendengar entah dengan sedu sedan ataukah dengan sumpah serapah.
Bagiku luapkan semua, tak ada beda. Aku hanya ingin melihatmu.
Pagi ini aku datang, masih seperti
kemarin, membawa bunga dan rindu yang sama. Aku menanti di depan pintu, menanti
balasan salam yang tak beku. Pintu itu semakin kaku tak begerak bahkan untuk
sekedar bunyi derit.. Tak ada langkah, salamku hanya bergema, kudengar sendiri
lalu hening sepi. Hanya kicauan burung gagak dan ranting yang bersentuhan
hadirkan suara-suara kesunyian.
Seperti kemarin, kuletakkan bunga itu
kembali diantara bunga-bunga milikmu. Bunga yang kemarin masih disana,
tergeletak, mulai layu. Aku akan datang lagi, hingga kau benar-benar hadir dan
kita bersua untuk yang terakhir.
======================================================
Desa Rangkat adalah komunitas yang terbentuk
berdasarkan kesamaan minat dalam dunia tulis menulis fiksi. Jika berkenan
silahkan berkunjung, berkenalan, dan bermain peran dan fiksi bersama kami di
Desa Rangkat, KLIK LOGO KAMI
0 komentar:
Posting Komentar