Kamis, 19 Desember 2013

Penantian yang Beku

0




Berulangkali aku datang, membawa rindu yang sama, membawa bunga kesukaanmu. Tapi aku hanya bertemu pintu beku yang memantulkan suara salam tanpa jejak mendekat. Kuletakkan bunga itu di antara bunga-bunga milikmu, yang berwarna warni tertata dengan indah. Berharap bungaku akan ada disana di antara pot-pot indah milikmu. Aku pulang meninggalkan janji akan datang padamu esok dan esoknya lagi.


Malam menjelang, aku bertanya pada bintang, bolehkah kutitipkan mataku padanya, agar aku bisa melihatmu meski hanya terhalang pintu yang beku. Namun aku yakin dirimu ada dibaliknya. Bersandar, mendengar entah dengan sedu sedan ataukah dengan sumpah serapah. Bagiku luapkan semua, tak ada beda. Aku hanya ingin melihatmu.


Pagi ini aku datang, masih seperti kemarin, membawa bunga dan rindu yang sama. Aku menanti di depan pintu, menanti balasan salam yang tak beku. Pintu itu semakin kaku tak begerak bahkan untuk sekedar bunyi derit.. Tak ada langkah, salamku hanya bergema, kudengar sendiri lalu hening sepi. Hanya kicauan burung gagak dan ranting yang bersentuhan hadirkan suara-suara kesunyian.



Seperti kemarin, kuletakkan bunga itu kembali diantara bunga-bunga milikmu. Bunga yang kemarin masih disana, tergeletak, mulai layu. Aku akan datang lagi, hingga kau benar-benar hadir dan kita bersua untuk yang terakhir.

======================================================




Desa Rangkat adalah komunitas yang terbentuk berdasarkan kesamaan minat dalam dunia tulis menulis fiksi. Jika berkenan silahkan berkunjung, berkenalan, dan bermain peran dan fiksi bersama kami di Desa Rangkat, KLIK LOGO KAMI



0 komentar:

Posting Komentar