Tetap Lantunkan larik kata,seiring detak nadi, selembut jiwa diantara sejumput damai, biarlah sang waktu tak pernah menghentikan, Selamanya.... (harapku)
Hari ini peringatan hari Ibu. Hari
yang seharusnya mama rayakan dengan sukacita meski mungkin hanya dalam bentuk
sederhana. Tak ada hadiah atau perayaan layaknya pesta ulang tahun. Cukup
dengan kecupan sayang di punggung tangan serta pipimu sudah sanggup menghadirkan
rasa haru.
Mama di usia mu yang menua, tak ada
kata istrahat yang muncul dalam benakmu. Kata istrahat akan menimbulkan rasa
pegal di sekujur tubuh dan mama sangat tidak menyukai hal itu. Sejak pagi
hingga menjelang tidur malam hari, selalu saja ada kegiatan yang mama lakukan.
Mama memang pekerja keras. Sejak kecil
saat di kampung, beliau terbiasa mencari uang sendiri. Mulai dari mencari ikan
di laut, mengambil daun nipa yang pohonnya menjorok ke sungai hingga tak jarang
nyawanya terancam karena seringkali buaya berseliweran tak terlihat. Mama juga
pandai menenun kain, membuat kasur, menganyam atap dari daun nipa dan berbagai ketrampilan lainnya. Sepertinya
mama memang berbakat untuk itu.
Keadaan ekonomi yang sulit serta
situasi negara yang masih kacau pasca kemerdekaan, hingga mama dan
saudara-saudaranya tidak ada satupun yang bersekolah. Meski tak bersekolah
jangan ditanya soal kepintaran mereka. Mungkin sudah bakat alam hingga tak
selalu harus melalui jalur formal untuk menemukan kecerdasan.
Kadang timbul dalam benakku,
seandainya mama mengenyam bangku kuliah, akan seperti apa kepintarannya? Tidak
bersekolah saja, aku yakin belum ada satupun dari anak-anaknya yang sanggup
menandingi apa yang telah mama peroleh. Bagaimana jika mama menempuh pendidikan
yang formal?
Mama memang seorang ibu yang sukses,
menurutku. Aku malu mengetahui rekam jejak beliau serta melihat hasil dari
kerja kerasnya selama ini. Sebagai anak belum ada yang bisa kami berikan untuk
membalas kasih sayangnya. Malah mama yang lebih sering membantu kami.
Kasih ibu sepanjang jalan memang benar
dan bukan hanya sekedar slogan atau semboyan untuk menghormati mereka. Hingga
di usianya sekarang, mama masih mengkhawatikan anak-anaknya walaupun semuanya
telah memliki penghasilan dan kehidupan sendiri. Padahal mengingat usia dan
kondisi tubuhnya, seharusnya kami yang membantu mama.
Tapi begitulah mungkin sifat seorang
ibu, meski anak-anaknya telah berumah tangga, tetap dimatanya kami adalah
anak-anak yang butuh perhatian orang tua. Dan meski berulang kali kami melarang
mama untuk merasa cemas terhadap keadaan kami, tetap saja naluri seorang ibu
membuat mama khawatir.
Mamaku yang sederhana tapi apa yang
dilakukannya sangat luar biasa. Kami bangga menjadi anak-anakmu. Jika mama
merasa terhibur dengan segala pekerjaan yang mama lakukan, silahkan mama
melakukannya. Hanya jika lelah, beristrahatlah. Semoga mama selalu sehat,
panjang umur dan bisa melihat keberhasilan anak-anakmu. Aamiin.
Selamat hari ibu, ma.
===================
@ Event Refleksi Nyanyian Hati "ReNyaH"
Desa Rangkat adalah komunitas yang terbentuk
berdasarkan kesamaan minat dalam dunia tulis menulis fiksi. Jika berkenan
silahkan berkunjung, berkenalan, dan bermain peran dan fiksi bersama kami di
Desa Rangkat, klik logo kami.
0 komentar:
Posting Komentar