Minggu, 08 April 2012

Tahun Baru Tanpamu

0



1324947500979230251

Desember hampir berakhir ketika hujan  deras mengguyur kotaku. Meski aku tak pernah punya kenangan bersama hujan, namun derasnya hujan yang tak juga reda menyadarkan aku akan kehadiranmu. Mendengar gemuruh hujan di luar jendela kamarku, melihatnya jatuh di genting rumahku. Aku teringat dirimu.
Kubuka buku harianku lalu kutuliskan pesan untukmu. Aku tak pernah letih menulis pesan untukmu padahal mustahil kamu membacanya. Dulu pesan selalu terkirim padamu lewat sms, namun sejak pesanku tak mendapat balasan darimu. Aku akhirnya letih. Aku sadar pada sepotong kalimat yang selalu diucapkan kakakku..
“ Jangan mengejar seseorang yang tak peduli lagi pada kita, itu artinya dia tak lagi cinta.”
Kata-kata itu terus mengingatkanku untuk menahan diri tak mengirim pesan lagi melalui hape. Percuma. Hanya akan menambah luka dalam hati. Aku akhirnya kembali pada kebiasaan dulu, menulis perasaan rindu padamu melalui buku. Aku bisa tenang karena tak perlu menantikan balasan yang tak akan pernah ada.
Kubaca lagi pesan yang baru saja aku tuliskan padamu...
Aku bermimpi beberapa bulan silam. Jika tahun berganti, kita berdua menikmatinya. Ternyata itu hanya mimpiku...
Benar. Ini hanya impianku. Impian yang tak akan pernah menjadi kenyataan. Sejak dulu aku sendiri hingga kini tetap sendiri menikmati pergantian tahun. Hanya kamarku yang hangat dan boneka pink yang selalu menemaniku. Hari-hari terakhir ini, aku selalu menangis mengingatmu. Namun malam ini aku bertahan tak meneteskan bening embun itu di mataku. Aku ingin tegar menghadapi tahun baru tanpamu.***

0 komentar:

Posting Komentar