Ruang
tamu Pak Yayok dan Mommy tiba-tiba berubah senyap saat Pak RT Ibay
mengucapkan kata-kata yang membuat ke dua orang tua Jingga terpaku. Pak
Yayok seolah tak percaya dengan pendengarannya. Dia menatap lekat-lekat
sosok Pak RT yang tertunduk. Mommy yang semula duduk di samping Pak
Yayok, bergegas menuju kamar Jingga. Wajah Mommy sangat pucat. Tangannya
gemetar sedangkan bibirnya bergetar karena kaget.
Saat
membuka pintu kamar Jingga, nampak Jingga tengah duduk di atas
pembaringan. Mommy tak kuasa lagi. Dia terjatuh, bersimpuh didepan
putrinya. Memegang tangan Jingga dengan air mata berlinang. Syukurlah Mommy tidak pingsan.
“
Anakku, Jingga. Mommy tidak pernah melarang Jingga jatuh cinta dengan
siapa saja. Meski Jingga membawa mas Reporter kemari, mommy akan terima.
Tapi mengapa justru Pak RT yang datang melamar Jingga?” Jingga
tak kuasa memandang Mommy yang terkulai lemah. Dia menarik tangan Mommy
hingga akhirnya mereka duduk berdekatan di pembaringan.
“
Maafkan Jingga, Mom. Selama ini Jingga berusaha memberikan yang terbaik
untuk Papi dan Mommy. Mencari calon menantu yang sesuai menurut
kehendak Papi. Tapi Jingga gak bisa kemana-mana lagi. Sejak bertemu dan
akrab dengan Pak RT, Jingga merasa cocok dan Jingga yakin, dia adalah
lelaki yang pantas mendampingi Jingga.”
“
Tapi Bunda RT gimana? Apa Bunda akan menerima suaminya nikah lagi? Apa
Jingga sadar bakal jadi istri yang ke dua?” Jingga mengangguk dengan
mata berkaca-kaca.
“
Jingga udah gak bisa pisah dengan mas Ibay, mom. Dia belahan jiwa
Jingga saat ini. Mas Ibay merasa kesepian sejak di tinggal Bunda yang
pergi dan belum ada kabar hingga sekarang. Jingga harap papi dan mommy
merestui kami.”
Jingga menagis. Mommy mengusap-usap rambut putri sulungnya itu dengan penuh kasih.
“
Jingga benar-benar mencintai mas Ibay?” tanya Mommy setelah merasa
tenang. Jingga mengangguk pelan sambil mengusap air matanya dengan
tissu.
Mommy menghela
nafas berat. Ada rasa tidak rela dalam batinnya melihat putrinya yang
cantik bakal menikah dengan Pak RT dan menjadi wanita ke dua, tapi di
sisi lain ada kasih sayang seorang ibu yang juga tak ingin melihat
putrinya terluka. Sekian lama dalam kesendirian, baru kali ini Jingga
begitu mantap menentukan pilihan. Mommy tidak tega jika harus melukai
perasaan putrinya itu.
Sementara di ruang tamu, Pak
RT dan Pak Yayok saling berdiskusi sebagai lelaki. Pak Yayok yang
terkenal akan sikapnya yang bijaksana, tak marah atau menolak pinangan
Pak RT. Mereka berbicara dari hati ke hati.
“ Sebagai orang tua Jingga, saya tentu menginginkan Jingga mendapat
lelaki yang pantas. Pantas bukan dalam hal materi atau penampilan, tapi
dari segi kedudukannya di masyarakat. Saat ini status mas Ibay adalah
suami bunda Selsa, meski bunda sudah menghilang berbulan-bulan lamanya
dan tidak juga kunjung mengirim kabar, namun dia masih istri sah dari
Pak RT. Tapi sebagai lelaki saya saya juga maklum akan
perasaan mas Ibay. Ditingalkan istri tentu membuat mas Ibay kesepian dan
membutuhkan kasih sayang serta perhatian seorang wanita. Saya hanya
tidak menyangka jika wanita yang bisa memberi kasih sayang itu adalah
putri saya sendiri. Sungguh saya belum percaya kalau saat ini mas Ibay
benar-benar sedang melamar Jingga untuk dijadikan istri.”
“
Saya datang kemari dengan niat yang tulus bukan untuk mempermainkan
Jingga, pak. Saya ingin menjalani kehidupan rumah tangga bersama Jingga.
Saya yakin saat ini wanita yang tepat untuk menjadi pendamping saya
adalah Jingga, putri bapak. Walau kami sudah mengenal sejak lama, namun
baru beberapa bulan ini kami dekat dan saling tertarik satu sama lain.
Awalnya saya ragu dan sempat memutuskan untuk berpisah dan tidak saling
bertemu. Namun ternyata perasaan kami tidak bisa berbohong. Kami saling
merindukan dan membutuhkan. Tolong ijinkan kami untuk menikah, Pak. Kami
berdua sudah sama-sama dewasa dan bisa menata hidup kami.”
Pak
RT memohon dengan wajah memelas. Nampak sekali kesungguhan dalam
kata-kata dan wajahnya. Pak Yayok terdiam. Berpikir keras sebagai orang
tua dan seorang lelaki. Berulangkali Pak Yayok menghela nafas.
“ Kapan Pak RT akan
menikahi putri saya?” akhirnya Pak Yayok mengucapkan kata-kata yang
membuat Pak RT tersentak kaget. Dia tercengang tak menyangka Pak Yayok
akan mengucapkan kata-kata demikian.
“ Ka..Ka..lo bisa secepatnya, Pak. Kami berdua sudah siap lahir batin.”
“ Baiklah. Tunggu sebentar, ya.” Ucap Pak Yayok lalu melangkah ke kamar Jingga.
Pak Yayok kemudian ikut duduk di samping putrinya. Mommy dan Jingga nampak cemas menanti keputusan dari Pak Yayok. Sebelum berbicara Pak Yayok menggenggam jemari putrinya dengan lembut.
“
Jingga, Papi bahagia akhirnya Jingga memutuskan untuk menikah. Siapapun
itu, asal pilihan Jingga, Papi akan mendukung selama Jingga yakin dan
benar-benar siap untuk menjalani kehidupan rumah tangga. Adikmu si Uleng
sudah menikah, wajar jika kamu merasa kesepian dan mulai memikirkan
untuk membina rumah tangga. Walau menurut papi status mas Ibay masih jadi ganjalan. Namun jika kalian tidak
menganggap itu sebagai masalah, papi sebagai orang tua hanya bisa
memberikan dukungan. Satu yang harus Jingga ingat, jangan pernah ragu
untuk kembali kerumah jika terjadi sesuatu atau masalah dalam rumah
tangga Jingga. Rumah ini adalah rumah Jingga, sampai kapanpun akan
seperti itu. Papi dan Mommy hanya bisa mendoakan semoga kalian berdua
bisa berbahagia.” Ucap Pak Yayok dengan penuh haru.
Jingga yang mendengar ucapan Pak Yayok tak kuasa menahan air mata. Dia menangis lalu memeluk papi yang sangat dia sayangi.
“ Makasih, Papi. Jingga berjanji akan jadi istri yang baik dan selalu menjaga nama baik papi dan mommy.”
Mommy tak kuasa menahan air matanya. Dengan penuh kelembutan dan kasih seorang ibu dia memeluk lalu mencium kening putrinya.
“ Selamat ya, sayang. Sekarang kita ke ruang tamu. Kasihan mas Ibay duduk sendirian.”
**
Berita pernikahan Jingga dalam tempo singkat menjadi headline di kompasiana eh Desa Rangkat. Warga tidak menduga jika
pasangan ini akan melangsungkan pernikahan. Hanya sedikit yang sudah
bisa menebak kemana arah hubungan mereka akan berlanjut. Walau begitu semua warga memberi ucapan selamat dan doa agar pernikahan pak RT dan Jingga langgeng.
Hingga
tiba hari ini. Hari indah dan membahagiakan dalam kehidupan Jingga.
Tamu undangan telah datang untuk menghadiri akad nikah mereka. Warga
sejak pagi telah berkumpul di halaman. Mereka ingin menyaksikan
pernikahan yang fenomenal tahun ini.
Keluarga
besar telah berkumpul sejak dikabarkan Jingga akan segera menikah.
Nampak Mommy, Pak Yayok, Uleng bersama suami, Andee, Ari Jaka, mbak
Deasy dan mas lala hadir di ruang tengah. Mereka nampak bangga saat
melihat Jingga keluar dengan penampilan yang mempesona. Dengan berbalut
kebaya warna Jingga, Jingga nampak elegan dan cantik.
Mas
Ibay yang duduk di depan penghulu tersenyum menyambut Jingga yang duduk
di sebelahnya. Oma Oni kemudian mendekati mereka untuk menutup kepala
calon pengantin dengan selendang berwarna senada. Mereka berdua lalu
menyimak dengan serius setiap ucapan dari penghulu sebelum akad nikah
berlangsung.
Akhirnya
perjalanan menuju mahligai rumah tangga tercapai sudah. Jingga dan mas
Ibay kini resmi menyandang status suami istri. Setelah mengucapkan Ijab
Qabul dengan suara tegas dan lantang, para undanganpun berseru sah. Mata
Jingga berkaca-kaca. Kini dia resmi menyandang gelar nyonya Ibay atau
ibu RT. Maafkan Jingga mom, kondemu hanya bisa mencapai level RT, batin
Jingga pedih.***
( Mohon maaf jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan karena ini memang sudah direncanakan. Kesamaan nama tokoh dalam cerita adalah memang disengaja)
0 komentar:
Posting Komentar