Minggu, 08 April 2012

Kisman Yang Putus Asa

0

Kisman tak tahan lagi. kehidupan yang di jalaninya semakin hari semakin menyiksanya. Setiap hari dia harus berbohong pada istrinya. Jika bertemu teman-teman dia bersikap seolah masih jadi menantu pengusaha kaya. Padahal kehidupannya sekarang berbeda 180 derajat. Istrinya juga tak siap untuk hidup sederhana. Selalu menganggap dirinya masih memiliki banyak harta yang bisa dia banggakan pada teman-temannya.

Malam ini, Kisman termenung bermandikan  hujan deras di atas jembatan batu. Dia melihat kendaraan yang lalu lalang di bawahnya. Haruskah dia melompat agar hidupnya lepas dari masalah? Kemarin mertuanya meminta bntuan modal karena mengira kehidupan menantunya sudah sukses. Kisman tak tahu alasan apalagi yang hendak dia utarakan pada mertuanya.

“Mau melompat,ya?” tegur seorang pemuda yang tampak pucat. Rambutnya acakan-acakan. Kisman menatap heran.

” Ayo, kita sama-sama melompat. Aku juga sama sepertimu. Masalahmu pasti berat. Tak ada jalan lain selain melompat turun dan menyambut kematian.”

Pemuda itu terus berbicara. Sementara Kisman mulai terpengaruh. Dia mengikuti gerakan pemuda itu yang bersiap untuk melompat.

” Hei!!! apa yang kamu lakukan?! kamu bodoh, ya. Bunuh diri itu dosa tau, bisa masuk neraka.” Kisman menoleh cepat. Nampak pengemis tua memegang tangannya.

” Kemarin ada pemuda bunuh diri. Dia bodoh. Jangan ikuti perbuatannya.”

Kisman teringat  pemuda di sebelahnya. Dia mencarinya. Pemuda itu menghilang. Dia melihat ke bawah, tak ada yang terjatuh. Lalu pemuda tadi siapa?

0 komentar:

Posting Komentar