Kisman menghabiskan kopinya dengan cepat ketika mendengar omelan istrinya dari dapur. Bergegas dia melangkah ke pintu.
“ Mas, jangan pergi dulu. Aku belum selesai bicara.” Tiba-tiba suara
istrinya terdengar dari belakang. Kisman berbalik menatap istrinya.
“ Aku gak mau tahu. Pokoknya bulan ini, rumah kita harus di renovasi.
Kalau perlu jual 1 mobil kita. Aku malu sama teman-teman. Rumah kita kok
seperti ini. Usaha rental mobil mas juga gak ada perkembangan. Ganti
usaha lain saja.”
Kisman hanya diam. Hatinya bimbang. Selama ini dia berbohong tentang
pekerjaannya. Menghadapi istrinya yang mantan putri pengusaha kaya, dia
tidak sanggup mengakui kalau dia hanya sopir dan mobil yang sering
mereka pakai bukan miliknya.***
0 komentar:
Posting Komentar