Fadia menaruh dua mangkuk yang berisi susu dilantai. Sambil selonjor dipeluknya kucing kesayangannya.
“ Lovi, kita minum susu sama-sama ya? Lovi mau minum yang mana? Yang di mangkuk pink atau yang di mangkuk putih?” tanyanya sambil mengelus kucingnya yang menggeliat manja.
“ Ayo kita minum sama-sama.” Lovi turun dari pangkuan. Susu di mangkuk putih segera diminumnya. Ada gambar kucing di samping mangkuk. Lovi sudah hapal mana mangkuk khusus untuknya. Dengan lahap sesekali dia menatap majikannya yang meminum susu sambil memegang mangkuk pink.
Sejam kemudian.
“ Ngeong..ngeong…” Lovi mengeong di dekat Fadia. Menjilati wajah majikannya yang terdiam kaku. Lovi terus mengeong. Tapi majikannya tetap tak bergerak.
Malam harinya.
“ Tidak!!! Ya Allah.. anakku!!! Fadia bangun!!! Teriak ibu Fadia saat melihat anaknya terbujur kaku dengan busa di mulutnya. Dengan histeris di peluknya anak gadisnya yang tak lagi bernyawa. Hanya selembar surat yang ada disamping anaknya. Dengan berurai air mata dan tangan gemetar diraihnya surat itu …
Ibu, tak banyak yang kuminta. Hanya percaya padaku. Itu saja. Sayang sekali itupun tak kudapatkan.
0 komentar:
Posting Komentar