************************
Aku bukan perempuan
sempurna yang ditakdirkan untukmu
Bersamaku, keluhku dan
keluhmu bagai nyanyian tanpa akhir
Kata berbagi terasa
menakutkan di antara perih kehidupan
Kata cinta yang dulu
kita ikrarkan kini seperti dongeng antah berantah
Sumpah serapah bagai
ejaan yang harus kita sempurnakan
Kedamaian tercipta ketika kita tak lagi mampu berbicara
Bahagia kita hanyalah
saat kita tak bersua, saling melupakan
Dirimu enggan
mengakuiku, demikian pula denganku
Tak ada kata sepakat
meski seharusnya kita saling mendekap
Benarkah kita yang dulu
saling jatuh cinta dan setia dalam janji?
Berjuta tanya terpendam
ketika hati lelah dan menyepi sendiri
Tanpa ikatan hati
mengapa di antara kita tak jua beranjak pergi?
Melepaskan diri agar tak
saling menyakiti dan menambah luka kian perih
Bertahun pertanyaan yang
sama tak mampu jelaskan duka
Penyesalan seperti candu
yang tak jua memberi jera
Jiwa dan raga kita tak
lagi seirama
Hatiku hampa,
penghambaan hidup yang terpaksa berakhir sia-sia
Belahan jiwaku (dulu )
telah tiada
Hanya pusara pertanda cinta kita telah lama
mati.
*************



0 komentar:
Posting Komentar