Kasihku,
Jika suara hatiku terlalu berat untuk kau
dengarkan. Maka tutuplah telingamu, biarkan aku seperti burung yang berkicau. Jika masih saja tak mampu kau tepiskan. Menyingkirlah
sejauh yang bisa kau tempuh, namun biarkan aku tetap bisa melihatmu. Jika masih
saja dapat kau dengarkan suaraku yang tak lagi nyaring, aku bisa mengerti jika
pergi adalah jalah yang kau pilih. Jika masih saja kau terngiang akan suaraku
yang kini parau, maka jalan terbaik bagi diriku adalah pergi dari kehidupanmu.
Kasihku, jika cinta sekedar rangkaian kata
maka betapa beruntungnya penyair yang ahli merangkai kata. Ketika sepasang
insan jatuh cinta, cukuplah lembaran aksara yang jadi pengikatnya. Jika kehidupan
hanya berisi keindahan syair-syair tentang cinta, maka beruntunglah orang yang tak paham
arti menafkahi. Seribu kata cukuplah untuk memperpanjang nafas kehidupan.
Namun hidup bukanlah sekumpulan kata-kata
yang dapat kita rangkai sesuai hati. Jika dalam pikiranmu, keegoisan masih
bertahta, tak akan ada kata yang manis terdengar. Karena hidup bukanlah sekedar
merangkai ucapan namun merangkai tindakan. Seindah-seindah ucapan syairmu
tentang cinta padaku, tetaplah pembuktian cinta pada akhirnya yang akan
berbicara. Lembaran-lembaran aksara yang kusulam dari tiap bait ucapanmu, akan
jadi selimut kenangan disisa hidupku. Selimut yang akan terasa lebih nyaman jika
dirimu menemaniku di istana cinta kita hingga ajal menjemput.
***********************
Sumber gambar disini



0 komentar:
Posting Komentar