Mendung di langit seolah membaca jiwaku
yang nelangsa. Terabaikan dari hati pemilik cinta. Meniti hari dan
berharap ada asa yang menjelma nyata. Membuatku kembali mengingatmu.
Kerinduan yang yang semula padam kembali membara. Aku merindukanmu.
Sangat. Hingga tak bisa berpikir lagi.
Ingin ku rengkuh bayangmu agar bisa
kulukis di malam purnama dan berharap ada mujizat yang menjadikan
ragamu nyata. Sayang, meski ku sentuh, namun langit malam tak
berhiaskan wajahmu. Kucari namun tak juga ku temukan. Sepertinya angin
malam benar-benar telah membawamu pergi. Membawa semua kenangan kita.
Hanya rindu yang tersisa, itu juga mungkin hanya milikku.
Ragu akan rasa yang ada di hatimu
menciptakan mimpi yang menggelisahkan. Jiwaku tak tenang. Jauh darimu
membuatku yakin, akan rasa yang sebenarnya hanya milikmu. Meski mencoba
menepisnya, kini aku tak sanggup lagi. Aku benar-benar rindu pada
sosokmu yang penuh kelembutan. Selalu memberikan penyejuk dalam
petuah-petuahmu. Nasehatmu membuatku yakin, kaulah yang mampu menjadi
imam dalam hati dan hidupku.
Namun di manakah dirimu kini? beribu malam terlewati tanpa kabar darimu. Mungkin kini kau telah melupakanku. Aku makin terpuruk.
Tiba-tiba cahaya mentari menyentuh
wajahku. Dalam lelap aku terlupa pagi telah menjelang. Benda pink
mungil yang selalu menemaniku berbunyi pesan. Kuraih dan berharap itu
pesan yang istimewa. Benar saja. Rasa haru, gembira menjadi satu dalam
tangisku. Itu pesan darimu. Teruntuk diriku seorang.
Jangan sedih, aku selalu merindukanmu. Tersenyumlah. Simpanlah asa itu di hatimu. Aku pasti kembali.
Dariku yang merindukanmu, Firman
Rasa bahagia itu kembali hadir. Pesan
itu benar darimu. Jemariku yang gemetar pertanda rasa tak percaya. Ku
tatap sekali lagi berharap pesan itu tak hilang berganti dengan layar
kosong. Pesan itu ternyata masih ada di sana. Kata-kata yang indah itu
darimu. Kini aku yakin, aku tak sendiri. Malam-malam yang kuanggap
sepi dan hanya berisi nyanyian sedih, ternyata bukan milikku. Kau masih
ada di sana. Mengingatku dan merindukanku. Terima kasih cinta,
ternyata aku tak sendiri. Aku masih memilikimu sebagai pemilik hatiku.
*****
ECR4
0 komentar:
Posting Komentar