Sejak
kemarin warga terus membicarakan tentang Dorma yang membuka kios Es
krim. Wajar jika kemudian Depe merajuk minta di belikan es krim sama
bundanya.
“
Sekarang musim hujan, Depe. Kamu bisa batuk kalo makan es krim.” Jawab
si bunda mencoba membujuk anak semata wayangnya yang berdiri mematung,
persis seperti wayang. Depe masih manyun. Teringat es krim rasa vanila
kesukaannya makin membangkitkan keinginan untuk segera terbang ke rumah
Dorma.
“
Lagian, sejak kapan tante Dorma jualan es krim? Tumben tante Dorma
berpikir kreatif, setahu bunda dia kerja jadi keamanan di kantor desa.
Kok sekarang malah jualan es krim?” bunda masih bingung namun Depe tak
peduli itu. Dalam benaknya hanya es krim rasa vanila.
“ Ayolah bunda, bagi duit 10 ribu ya…” rengeknya nyaris menangis. Bunda melihatnya sekilas.
“ Bunda juga mau kesana. Mau ngecek gimana sih model kios Dorma yang jualan es krim. Kok sampai warga jadi heboh begini.”
Depe
girang bukan main. Dia berlari lebih dulu meninggalkan bundanya yang
berjalan tergesa-gesa menyusul putranya. Tiba di rumah Dorma, bunda Depe
hanya melongo begitu juga dengan Depe.
“ Kiosnya mana, Depe. Es krimnya juga tidak ada?” mereka berdua berdiri depan rumah Dorma. Depe lalu mengetuk pintu.
“ Tante Dorma!!! Buka pintunya, Depe mau beli es krim.” Teriak Depe penuh semangat.
Dorma muncul dengan pulpen dan kertas di tangan.
“
Ada apa ya Depe, Bunda? Kok teriak-teriak pengen es krim? Emang ada
yang jualan ya?” tanya Dorma heran. Bunda dan Depe saling pandang.
“
Kan tante Dorma jualan es krim?” sahut Depe diikuti anggukan kepala
oleh bundanya. Dorma tercenung lalu sejurus kemudian dia tertawa
terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.
“
Oh, itu…hahahahahha..kamu salah Depe sayang, itu bukan es krim tapi
sekarang desa kita mengadakan event namanya eskrim kepanjangan dari
Episode Surat Kasih Rangkat Untuk Ibu/Mama. Ini untuk memeriahkan hari
ibu, jadi warga yang berminat bisa ikut menyertakan postingan mereka.”
Bunda Depe tersenyum lalu merangkul anaknya dengan penuh sayang.
“ Tuh kan Depe, jadi tante Dorma gak jualan es krim. Kalo Depe mau buat surat untuk ibu juga gak apa-apa.” Depe tersipu malu.
“
Kalo gitu kami permisi dulu ya, Dorma.” Pamit bunda tak lupa Depe
mencium tangan Dorma sebelum beranjak meninggalkan rumah. ***
0 komentar:
Posting Komentar