Selasa, 28 Februari 2012

Pasrah

0

Kaki pemuda itu bergerak perlahan

Tangannya terangkat seolah-olah hendak mencengkram

Dia mendekat terus mendekat

Pandangan matanya penuh gairah

Desahan nafasnya makin memburu

Hingga dia semakin dekat

Tinggal sedikit lagi

Tangannya mencengkram

Dia tertawa dalam rasa puas

Sasarannya terkejut

Meronta berusaha melepaskan diri

Pemuda itu berhasil menangkapnya

Memeluknya

Dia terus meronta

Tak rela di sentuh

Tak rela di peluk

Teriakannya makin membahana

Terdengar pilu di telinga

Tapi tak berdaya

Tenaganya hilang

Dia kemudian lelah

Pasrah dalam genggaman

Pasrah dalam kekuasaan sang majikan

Dia terdiam

Sang majikan pun berkata

“Tenanglah Ruri, aku tidak akan menyembelihmu, aku hanya akan mengamankanmu di kandang”

Katanya pada Ruri si betina, ayam kampung miliknya.

0 komentar:

Posting Komentar