Kaki pemuda itu bergerak perlahan
Tangannya terangkat seolah-olah hendak mencengkram
Dia mendekat terus mendekat
Pandangan matanya penuh gairah
Desahan nafasnya makin memburu
Hingga dia semakin dekat
Tinggal sedikit lagi
Tangannya mencengkram
Dia tertawa dalam rasa puas
Sasarannya terkejut
Meronta berusaha melepaskan diri
Pemuda itu berhasil menangkapnya
Memeluknya
Dia terus meronta
Tak rela di sentuh
Tak rela di peluk
Teriakannya makin membahana
Terdengar pilu di telinga
Tapi tak berdaya
Tenaganya hilang
Dia kemudian lelah
Pasrah dalam genggaman
Pasrah dalam kekuasaan sang majikan
Dia terdiam
Sang majikan pun berkata
“Tenanglah Ruri, aku tidak akan menyembelihmu, aku hanya akan mengamankanmu di kandang”
Katanya pada Ruri si betina, ayam kampung miliknya.
0 komentar:
Posting Komentar