Minggu, 15 April 2012

Apakah Aku Jatuh Cinta?

0

Suara tawa terdengar dari halaman depan membuat Asih bergegas ke teras. Dia tersenyum senang saat melihat kakak sepupunya Umi Rere datang bersama dengan kedua anaknya. Namun saat melihat mas Firman juga ada diantara mereka dan terlihat begitu akrab bercanda dengan ke dua anak Umi Rere. Rasa penasaran sekelebat hadir.

“ Assalamu Alaikum, mbak Asih.” Ucap mas Firman saat tiba di depan Asih. Mas Firman duduk di teras sementara Umi Rere masuk ke dalam rumah. Hanya ke dua anaknya yang menemani mas Firman. Mereka terlihat begitu akrab seolah telah kenal lama. Asih tercenung melihat pemandangan di depannya.

“ Kalian dari mana tadi?” tanya Asih pada dua orang ponakannya.

“ Dari sawah tante. Tadi kami main-main dengan paman Firman.” Ucap Raka dengan semangat dan riang sekali. Nabila, si adik bungsu juga tak kalah senangnya.

“ Nanti kita main-main lagi ya, paman.” Pintanya dengan manja makin membuat miris perasaan Asih. Entah mengapa dia merasakan sesuatu yang lain hadir dalam hatinya. Dia bingung menjabarkan rasa yang tiba-tiba menyeruak dan membentuk aliran aneh yang membuatnya seperti tak rela melihat ke akraban ponakannya dengan mas Firman. Bukankah wajar mereka terlihat akrab? Tapi bukankah mereka baru kenal? Asih membatin dengan rasa cemas.

Saat Umi Rere keluar membawa minuman, juga tidak lepas dari pengamatan Asih. Pandangan mas Firman yang tidak pernah lepas menatap Umi Rere membuat jantung Asih berdebar kencang. Dia melihat sesuatu yang tidak biasa. Sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi. Sesuatu yang baru saja hadir dan entah mengapa baru hadir saat ini.

Tidak biasanya pandangan mas Firman seperti itu. Lagipula mereka juga baru bertemu dan kenalan, mengapa secepat itu mas Firman menaruh hati. Ataukah ini hanya perasaannya saja? Pikiran Asih mulai berkecamuk. Perhatian dan tutur kata mas Firman serta pandangan matanya, sungguh menyiratkan cinta yang sangat dalam.

Karena tak tahan lagi, Asih minta izin untuk ke kamar mandi. Dia menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi dan berusaha menenangkan dirinya. Ada apa denganku? Bukankah wajar mas Firman terpesona melihat sosok Umi Rere yang begitu bersahaja? Bukan masalah jika mas Firman tertarik dengan wanita lain. Seorang duda bertemu dengan janda, itukan hal yang wajar jika mereka jatuh cinta?

Tapi mengapa batin Asih seperti tidak rela. Tiba-tiba mata Asih berkaca-kaca. Dia terduduk lunglai di dalam kamar mandi. Asih rupanya mulai menyadari rasa yang ada dalam hatinya. Dia cemburu. Sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan akan hadir mewarnai kisah hidupnya dengan mas Firman. Selama ini dia menganggap mas Firman hanyalah teman bahkan nyaris jadi saudara karena pernikahan Acik dengan Mas Firman di masa lalu.

Namun sekarang, jika rasa cemburu itu datang manakala dia melihat keakraban mas Firman dengan Umi Rere. Apakah itu pertanda bahwa mulai ada cinta dalam hatinya?

Cerita terkait :

1. Pesona Diantara Rimbun Padi ( Asih Rangkat )

2. Di Balik Rimbun Padi ( Deddy K. Sandi )

ECR4

0 komentar:

Posting Komentar