![]() |
Cinta itu buta. Setidaknya itu
yang dialami Renata. Gadis berkacamata yang baru pertama kali jatuh cinta. Di
usia menginjak kepala tiga, cintanya mekar pada Rafa lelaki yang juga berkaca
mata. Pucuk dicinta ulam tiba, cintanya bersambut ketika mereka sebangku di
kereta. Renata bahagia luar biasa hingga lupa, pemuda itu tak pernah mengucap
cinta.
Tapi Renata tak peduli. Perhatian
pemuda itu membuatnya lupa diri. Dia yakin, cinta dihati Rafa juga bersemi. Dia
mengirim sms setiap hari. Menelepon Rafa setiap pagi. Telepon tak diangkat hanya balasan sms, jika
Rafa lagi ingin menyepi. Renata tak juga menyadari.
Makin lama Renata yang sibuk
sendiri. Rafa hanya mengirim pesan selamat pagi, tapi membuat Renata terbang ke
langit tinggi. Padahal saat itu, Rafa tengah jogging dengan Cindy, pacarnya
yang cantik laksana bidadari. Mereka tertawa bahagia, menikmati keindahan pagi
di taman kota yang penuh bunga warna warni.
Suatu hari, Rafa tengah gundah
terbelit masalah. Renata yang menelepon tersentuh iba mendengar suara Rafa yang
resah. Rafa belum bayar uang kuliah. Renata berjanji, akan menalangi agar Rafa
tak sedih. Rafa girang, akal bulusnya berbuah. Renata lega, transfer jutaan pun
tak masalah.
Waktu berlalu, Rafa dan Renata
makin dekat. Setiap hari ada saja alasan Rafa agar Renata mengeluarkan uang
dari dompet. Renata yang jatuh cinta, percaya saja seperti kena pelet. Sahabat-sahabatnya
mulai cerewet. Mereka yakin, Renata hanya diperalat.
Sayang, ucapan sahabatnya tak
digubris. Renata dan Rafa malah makin eksis. Kini Rafa bersama motor barunya
setiap hari menjemput Renata yang manis. Motor yang diminta Rafa sambil
menangis. Renata pun luluh, tak menyadari jika tabungannya makin menipis.
Hingga suatu hari, Rafa
menghilang. Renata bingung. Komunikasi tak tersambung. Info dari teman kost
Rafa membuat Renata nyaris limbung. Ternyata selama ini Rafa tak kuliah dan hanya
numpang di kamar kost teman sekampung. Renata pun bingung. Hendak kemana
mencari ayah bayi yang tengah dia kandung.
****
****



0 komentar:
Posting Komentar