Baru-baru ini saya membaca
artikel yang berisi informasi tentang seorang penulis skenario dari Indonesia
yang lebih memilih menggunakan perangkat Blackberry untuk mendukung aktivitas
mobile yang dilakukannya. Alasannya, karena aktivitasnya yang padat sehingga
beliau tidak bisa stay di rumah atau di suatu tempat untuk membuka laptop lalu
mengetik naskah skenario atau hal-hal lain yang dianggapnya menarik.
Dengan menggunakan perangkat blakberry yang dilengkapi keyboard beliau bisa mengetik apapun yang terlintas dalam benaknya, dimanapun dan dalam
situasi apapun. Terkadang beliau harus berdesakan dalam bus dan hanya bisa
menggunakan satu tangan untuk mengetik. Hal yang sangat sulit dilakukannya jika
harus menggunakan produk Android dimana kedua tangannya harus memegang
smartphone. Itupun terkadang masih salah pencet huruf karena menurutnya keyboard
Android tidak ramah pada jemari.
Saya mengambil tema ini
bukan untuk menjelekkan salah satu smartphone. Baik itu produk Android atau produk Blackberry
masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya sendiri juga memakai
keduanya dalam aktivitas sehari-hari. Menurut saya, aplikasi yang ada dalam
perangkat Android sangat memanjakan penggunanya. Banyak aplikasi yang bisa di
download di playstore. Layar sentuh juga sangat memudahkan terlebih lagi bisa membuka aplikasi secara bersamaan.
Kebanyakan aktivitas membaca
artikel atau informasi lainnya saya lakukan di android karena layarnya yang lebar membuat mata saya leluasa
dan nyaman. Menampung beragam akun email juga dapat dilakukan oleh android. Hal
yang sangat diperlukan seseorang yang sibuk namun masih dapat memantau kiriman
email. Sementara perangkat Blackberry hanya bisa menyimpan satu akun email.
Itupun jika paket BIS yang digunakannya mendukung aplikasi email.
Namun dari sekian banyak
keunggulan android, saya tetap setia dan lagi-lagi kembali kepada perangkat
blackberry jika menyangkut urusan ketik mengetik.Saya akui keyboard blackberry
masih yang terbaik (menurut saya loh) berdasarkan pengalaman saya selama ini.
Seperti yang diungkapkan penulis skenario di atas, beliau bisa mengetik
dimanapun dan dalam situasi apapun. Saya sepakat dengan beliau karena saya
sudah merasakannya.
Saya sering beraktivitas
keluar daerah dengan menggunakan beragam jenis kendaraan. Terkadang kendaraan
yang saya gunakan tidak memberi rasa nyaman untuk mengetik, misalnya saat di
bonceng motor, saat berada dalam speed yang melaju kencang dengan kondisi ombak
yang tinggi. Saat dalam mobil dimana kondisi jalan rusak parah. Jika menggunakan perangkat Android, jangankan mengetik dengan fokus, duduk saja terasa menyiksa. Namun
tidak demikian saat saya menggunakan Blackberry, tangan saya leluasa bergerak
mengetik tuts-tuts keyboard.
Karena merasa nyaman
mengetik inilah hingga saat ini saya lebih banyak menggunakan perangkat Blackberry dalam kehidupan sehari-hari. Meski biaya operasional masih lebih
mahal jika dibandingkan dengan apa yang ditawarkan produk Android. Karena
menggunakan blackberry kita harus berlangganan BIS yang menurut saya untuk saat
ini masih produk Three yang menawarkan paket termurah. Sementara tidak semua
lokasi di Indonesia terjangkau oleh jaringan Three. Khusus di Wilayah Sulawesi
Selatan, berdasarkan pengalaman saya, sejak dari Kota Makassar hingga Tana
Toraja, akses jaringan Three masih bisa ditemukan.
Saya bersyukur tinggal di
Makassar jadi masih bisa menggunakan paket Three untuk kelangsungan hidup
Blackberry saya. Namun jika harus bertugas keluar propinsi saya menggunakan
paket simpati loop yang harganya lebih mahal itupun hanya menggunakan paket
sosialita yang tidak mendukung paket email. Sementara paket di perangkat
android yang saya gunakan untuk segi biaya masih lebih murah jika dibandingkan
dengan blackberry.
Demikian pengalaman saya
menggunakan produk Blackberry dan Android, bagaimana dengan anda? Apakah anda
juga memiliki pengalaman serupa atau mungkin ada hal lain yang membuat anda
tetap menjadikan Blackberry sebagai smartphone utama? Terima kasih sudah mampir
dan membaca postingan saya.
* Makassar, 14 Juli 2015




0 komentar:
Posting Komentar