Senin, 15 Agustus 2016

Hidup Dalam Kenangan

0


Kenangan itu akan menjadi irama yang mengiringi ingatan, hadirkan sedih ketika kebersamaan tak lagi bisa terulang. Hadirkan ceria ketika kita masih memiliki waktu menjalani kebersamaan meski dalam suasana lain namun hati yang menjalani masih hidup dan mampu berbagi.

Namun ketika Allah memanggil, kenangan kita menjadi awal kehidupan bagi yang masih mampu mengingat. Menjadi cerita dalam kisah mereka. Entah kita menjadi sesuatu yang hadirkan rindu atau benci, kita tetaplah kenangan yang takkan mampu beranjak dari jiwa-jiwa yang masih bernafas dan mengenal kita.

Namun kita kadang berusaha melupakan kematian karena kita tak ingin menemukan perpisahan abadi dengan orang-orang yang kita sayangi. Meski kita tahu tak ada jarak antara hidup dan mati. Setiap saat yang hidup akan mati, bahkan ketika tangan kita masih saling menggenggam. Tak ada waktu mengucapkan perpisahan.

Andai kita bisa mengulang waktu, menjalani kebersamaan, mengikis luka-luka yang tak seharusnya ada pada mereka yang kita sayangi. Namun sesal  selalu hadir terlambat. Ketika jiwa telah pergi, entah membawa kesedihan atau kebahagiaan, tak ada pilihan bagi kita selain menerima.

Kematian seharusnya mengingatkan kita untuk saling menyayangi satu sama lain karena ajal tak pernah kompromi dan waktu tak pernah bisa kembali....

Teruntuk ayah Windu Hernowo, selamat jalan, semoga ayah khusnul khotimah, diampuni segala dosa dan menjadi penghuni surga. Bahagiakan ayahku ya Allah.. Aamiin..

Makassar, pagi 16 Agustus 2016


0 komentar:

Posting Komentar