Jumat, 01 April 2016

Warna Apakah Dirimu?

0



Hujan belum juga tiba tapi warnamu telah pudar,luruh termakan angin yang meninggalkan jejak-jejak luka. Aku tak tahu dimanakah kini warnamu. Terlalu banyak warna yang kau taburkan, hingga tak ada yang jelas mengenai dirimu.

Bukankah dulu kau sangat menganggungkan pelangi? lalu mengapa paduan warnamu menjadi buram dan kacau hingga mataku perih tak nyaman menatapmu. Kau telah berubah.

Aku ingin menyentuhmu namun aku ragu, kau tak juga menampakkan warnamu yang asli hingga aku bimbang. Terus bertanya bila datang warna serupa dirimu. Dirimu ataukah warna lain yang menjelma? Aku bingung. Dilain waktu, kau meyakinkan dengan warnamu yang lembut, namun suatu ketika merah membara yang kau tegaskan itu adalah dirimu.

Serapuh itukah dirimu? berubah-ubah tanpa warna tegas. Aku hanya melihat warna abu-abu. Warna kesukaanku namun tidak ketika itu tentang dirimu. Warna itu melambangkan kerapuhan,ketidaktegasan dan berbagai macam hal yang berada dipersimpangan.

Adakah dirimu benar dalam kebimbangan? Aku dan dirimu bimbang karena satu warna, abu-abu. Warna yang perlahan mulai hadirkan rasa tidak suka dihatiku.



# Gorontalo, 1 April 2016 #
Jelang Hari Kartini


sumber gambar disini

0 komentar:

Posting Komentar