Senin, 09 September 2013

Cintaku Terpasung

0



 
Apakah terlihat seperti sandiwara ketika cinta itu hadir bersemayam di hati?

Mengapa aku harus bermuka dua,menyembunyikan rasa?

Bodohkan aku, pasti pikirmu, memendam sendiri, merayapi malam sepi

Hanya tunduk pada satu kata yang memasung diri, penolakan

Ya, aku takut di tolak oleh senyummu yang sangat manis

Aku takut di tolak oleh tuturmu yang sangat lembut

Aku takut jiwaku terbang saat lengan kokohmu rengkuh bahuku, menepuk, sambil berkata

“Kakak kangen sama kamu. Udah punya pacar?”

Kemana hendak kucari jawabannya, jika diseberang sana, seseorang tengah menantimu

Aku tak ingin kamu bersikap baik tapi...menolakku

Aku tak ingin menghitung bintang di langit, menghitung suara tokke di sela-sela rumah

Aku tak ingin menghitung rintik-rintik hujan yang menyentuh jemariku

Aku tak ingin mengukir kerinduan pada embun di dedaunan

Aku tak ingin mengalirkan rinduku pada sungai yang mengalir jernih

Aku tak ingin hanya menyapa angin, agar rindu terdengar olehmu

Aku ingin menatap matamu sambil mengucap kata aku menyukaimu

Tapi kapan?!?!?!

Untaian kataku telah menjelma sutra yang indah

Terbungkus selendang cinta penuh kerinduan

Hayalanku telah jauh melewati usiaku, tapi ragaku tetap tegar disini

Menemani karang yang betah menyendiri sepertiku

Suara ombak terdengar pilu seolah tahu jiwaku merana

Detik-detik itu hadirkan kerinduan,

Aku rindu perlakuan manismu, seperti masa lalu

Biarlah cintaku terpasung,biarlah anganku terhalang penolakanmu

Demi melihatmu, aku rela 




0 komentar:

Posting Komentar