Kriiik..kriikkk..
pintu berderik. Suara-suara malam membuat kerongkonganku tercekik. Seperti ada
suara memekik. Menghadirkan takut akan bunyi terkikik-kikik. Suara pintu
terdorong angin. Entah ilusi atau memang ada nyata. Aku melipat diri dalam
balutan selimut.
Karena
tak tahan aku beranjak dari pembaringan. Kakiku gemetar melangkah walau jiwa
merasa enggan. Suara itu menarik pikiranku ke alam penasaran. Siapa dia yang
membuatku tak bisa tidur? Enyahlah atau kubisikkan doa yang membuatmu terbakar
di neraka, batinku sok berani.
Suara
berderik terdengar. Melintas bayangan hitam menakutkan. Bulu kudukku merinding.
Diakah si pembuka pikiran takutku? Ataukah memang dia ada dikehidupanku?
Kulepaskan
pandangan dalam gelap. Kupandangi bayangan hitam itu. Siap kupanjatkan doa dan
sebuah sapu lidi pengusir mahkluk halus. Berharap sekali sebut dia lenyap selamanya.
“
Aduh!!!! Kamu kenapa sih???? ayah kok di pukul pake sapu?”
Tak ku jawab. Aku berlari sambil terkikik-kikik.
Merapatkan diri kembali dalam selimut. Ternyata dia ayahku.
Malam
kembali lewat. Mataku makin sulit terpejam. Akh, ini semua gara-gara dia. Dua
cangkir Torabika Moka itu membuatku tak dapat tidur dan berhayal penuh
ketakutan..***
0 komentar:
Posting Komentar