Selasa, 27 Agustus 2013

Kriiiiikkk

0



Kriiik..kriikkk.. pintu berderik. Suara-suara malam membuat kerongkonganku tercekik. Seperti ada suara memekik. Menghadirkan takut akan bunyi terkikik-kikik. Suara pintu terdorong angin. Entah ilusi atau memang ada nyata. Aku melipat diri dalam balutan selimut.

Karena tak tahan aku beranjak dari pembaringan. Kakiku gemetar melangkah walau jiwa merasa enggan. Suara itu menarik pikiranku ke alam penasaran. Siapa dia yang membuatku tak bisa tidur? Enyahlah atau kubisikkan doa yang membuatmu terbakar di neraka, batinku sok berani.

Suara berderik terdengar. Melintas bayangan hitam menakutkan. Bulu kudukku merinding. Diakah si pembuka pikiran takutku? Ataukah memang dia ada dikehidupanku?

Kulepaskan pandangan dalam gelap. Kupandangi bayangan hitam itu. Siap kupanjatkan doa dan sebuah sapu lidi pengusir mahkluk halus. Berharap sekali sebut dia  lenyap selamanya.

“ Aduh!!!! Kamu kenapa sih???? ayah kok di pukul pake sapu?”

Tak  ku jawab. Aku berlari sambil terkikik-kikik. Merapatkan diri kembali dalam selimut. Ternyata dia ayahku.

Malam kembali lewat. Mataku makin sulit terpejam. Akh, ini semua gara-gara dia. Dua cangkir Torabika Moka itu membuatku tak dapat tidur dan berhayal penuh ketakutan..*** 





0 komentar:

Posting Komentar