Selasa, 27 Agustus 2013

Sesalku

0



 
Aku, tegar dengan seribu keraguanku


Melewati waktu yang kian menghempasku


Tak hanya hembusannya, namun suara-suara di baliknya


Menyentuh sisi-sisi kewanitaanku


Menegaskan kenyataan di kehidupanku


Tak berubah meski jarum jam bergerak


Aku masih di tempatku, tak beranjak hanya menatap musim yang berganti


Pada jendela aku berbagi, menutur kisah musim yang lalu


Berulang terucap, hanya itu, setiap saat menggenang air di pelupuk mata


Terkenang sedia kala, terselip sesal dalam gumamku


Harus pada siapa kusampaikan keluh kesahku? pada Dia?


Tak layak diriku menyalahkan-Nya, Dia Maha segalanya


Memberi tanpa batas pada keinginanku


Aku yang tak peka menyempurnakan hidupku, melihat petunjuk dari-Nya


Menyerahkan diri seutuhnya pada kehendak-Nya


Tak menyalahi takdir yang telah digariskan- Nya


Sesalku, haruskah menjadi bayanganku? mengikuti langkah hidupku?


Kembali aku hanya bisa terdiam, menatap malam


Tanpa suara, berbagi sesal dalam hati


Akh, kembali sesal yang hadir, entah kapan akan berhenti

0 komentar:

Posting Komentar