Jumat, 14 Desember 2012

[FFWISH] Ketika Semua Diam

0

======================================================================

“Semoga di tahun yang baru nanti, pesanan rendang makin banyak ya, Ranti..”  Ucap Asih.

Ranti hanya tersenyum lalu masuk kembali ke dalam rumah. Tak ada obrolan hangat seperti biasanya jika Asih datang untuk membeli rendang. Sikapnya sangat dingin.

Jingga adiknya juga nampak acuh ketika Asih singgah membawakan rendang. Terlebih Sekar, sekdes yang biasanya ramah itu mendadak diam ketika Asih membeli kripik di kiosnya. 

Begitupun ketika dia menelpon Fietry, gadis itu bahkan menutup telpon padahal dirinya belum mengucapkan sepatah katapun. Lebih parah lagi Kembang, dia buru-buru masuk ke dalam rumah ketika Asih melintas.

Asih berjalan gontai dengan seribu tanya dalam benaknya. Ada apa dengannya hari ini, mengapa Ranti, Jingga, kembang, Fietry dan Sekar kompak tak ramah padanya?

Masih diselimuti rasa penasaran, sore harinya Asih berjalan-jalan, berharap ada perubahan yang lebih baik. Di cemas jangan-jangan seluruh warga bersikap seperti itu padanya. Apakah aku telah melakukan kesalahan?

Tak sengaja Asih melewati pos ronda, iseng-iseng dia membaca pengumuman di pos ronda.

Mata Asih membelalak ketika membaca tulisan Alia, tentang pernikahan mas Hans dan Aya putrinya.  Meski Asih berharap itu terjadi pada putrinya, namun berita ini tidak benar. Asih kini paham mengapa dia merasakan perubahan pada diri orang-orang yang selama ini dekat dengannya. ***



0 komentar:

Posting Komentar