========================================================================
“Kembang, akang datang mau ngajak Kembang..” Ucap Kang Inin mengagetkan Kembang yang telah berdandan cantik dan tengah duduk di teras rumahnya.
“Kang Inin? Tapi Kembang udah janjian dengan mas Rizal...”sahut Kembang bingung.
“Oh, mas Rizal. Dia nitip Kembang sama akang, katanya dia lagi sakit mata..” jawab Inin dengan penuh percaya diri.
“Tapi kok, mas Rizal nggak nelpon?”
“Oh, kalau Kembang nggak percaya, baca aja nih sms dari mas Rizal..” Inin menyodorkan hape namun Kembang terlanjur berdiri.
“Kembang percaya sama akang.” Jawab Kembang pasrah.
Inin kegirangan. Kini bukan lagi mimpi. Malam tahun baru yang benar-benar sempurna. Dia bersiul riang sementara Kembang duduk di boncengan sambil terus menatap ke belakang, berharap Rizal menyusulnya seperti yang terjadi di film-film romantis. Namun tak ada lelaki itu, yang ada hanya bayangan gelap rimbunan semak dan pepohonan.
Dengan perasaan sedih Kembang membaca sms Rizal padanya minggu lalu,
Kembang, minggu depan, mas akan melamarmu. Semoga di tahun yang baru nanti, kita telah resmi jadi suami istri..
Perlahan air mata menetes di pipi Kembang. Jangankan janji jadi suami istri, melamar dirinya saja Rizal mangkir.
Tiba-tiba hape Inin berbunyi pesan, Inin merogoh saku baju. Senyumnya melebar saat membaca nama pengirimnya, Rizal.
Kang Inin, mana obat mata yang aku pesan????
****

0 komentar:
Posting Komentar