Jumat, 11 Mei 2012

Sama-sama Pelit

0

 

Keluarga Pak Rojali sudah terkenal dengan sifat pelitnya. Suatu hari mereka berkunjung ke keluarga mereka yang juga terkenal pelit. Namanya Pak Sanusi. Anak Pak Rojali, Fatma sudah menolak untuk ikut tapi tetap saja Pak Rojali memaksanya untuk ikut. Fatma tidak tahu, bapaknya ada misi ingin menjodohkannya dengan anak keluarga Pak Sanusi yang bernama Rony. Menurut Pak Rojali kalau langkah pertama ini dia sudah kecewa, maka tidak akan ada lagi langkah kedua. Dia hanya ingin melihat seberapa pelit keluarganya itu. Apakah dengan kehadiran anaknya yang cantik jelita akan bisa meruntuhkan sifat pelit di keluarga Pak Sanusi.

Misi di mulai.


Setelah perjalanan empat jam, rombongan Pak Rojali tiba di rumah Pak Sanusi. Pak Sanusi yang tidak menyangka akan kedatangan tamu yang begitu banyak ( karena sifat pelitnya Pak Sanusi merasa terganggu kalau kedatangan banyak tamu) menjadi kaget luar biasa. Dia tidak sempat lagi merapikan alias menyembunyikan makanan dan barang-barang yang ada dalam rumahnya. Pak Rojali dengan misi ingin menyerang langsung menguasai medan dengan berjalan-jalan mengitari seluruh ruangan. Bahkan dia menyuruh anak-anaknya untuk masuk ke dalam kamar-kamar yang ada di rumah Pak Sanusi. Tujuannya hanya ingin membandingkan kekayaan Pak Sanusi dengan mereka.

Tiba waktunya makan malam. Sejak tadi keluarga Pak Rojali sudah mencium aroma yang menusuk hidung dan menikam perut. Terbayang lezatnya makanan yang di masak dari aroma yang ada. Kepala anak-anak Pak Rojali sudah penuh dengan awan-awan berisi gambar makanan lezat.

Mereka sudah duduk di lantai beralas tikar. Karena keluarga sendiri yang datang, Pak Sanusi memilih melayani keluarganya di dapur bukan di ruang makan yang lengkap dengan meja makan ekslusif. Katanya supaya lebih akrab karena jumlah mereka sangat banyak. Kursi makan tidak akan cukup untuk menampung mereka semua dalam satu kali makan.

Setelah semua teratur rapi duduk melingkar, maka keluarlah makanan satu persatu. Dimulai dengan nasi, lalu sayur. Semua dalam porsi yang banyak. Pak Rojali tersenyum. Ternyata keluarganya sudah banyak berubah, tidak lagi pelit seperti dirinya. Datang lagi hidangan yang menambah selera, ikan goreng bumbu saus. Aromanya sudah tercium sebelum tiba di depan mereka. Jumlahnya juga banyak. Pak Rojali tambah senang. Dalam pikirannya perjodohan anaknya benar-benar akan dia wujudkan.

Selesai berdoa, di mulailah makan. Tapi Pak Rojali kaget bukan kepalang. Dia dan anak-anaknya sama sekali tidak punya kesempatan untuk mengambil makanan. Anak-anak Pak Sanusi yang jumlahnya delapan orang plus istri dan ipar-iparnya sudah lebih dulu menguasai makanan yang dihidangkan. Seperti adegan film kartun, setelah mereka selesai terlihatlah makanan yang ada diatas piring. Malah ada piring yang sudah kosong karena isinya telah habis. Nasi tinggal sedikit, ikan sudah habis, sayur tinggal setengahnya itupun hanya tinggal kuah.

Pak Rojali naik darah. Saat itu juga dia pamit pulang. Tentu saja di sambut gembira oleh Pak Sanusi walau cuma dalam hati. Pak Rojali langsung menghapus rencananya untuk menjodohkan anaknya dengan anak Pak Sanusi. Pak Rojali lupa kalau dulu saat dia dan Pak Sanusi masih kecil. Pak Sanusi pernah berkunjung ke rumah Pak Rojali. Tingkah orang tua Pak Rojali sama persis dengan tingkah Pak Sanusi sekarang ini. Sepertinya Pak Sanusi ingin membalas dendam atas perlakuan orang tua Pak Rojali dulu.****

0 komentar:

Posting Komentar