Keluarga
Pak Rojali sudah terkenal dengan sifat pelitnya. Suatu hari mereka
berkunjung ke keluarga mereka yang juga terkenal pelit. Namanya Pak
Sanusi. Anak Pak Rojali, Fatma sudah menolak untuk ikut tapi tetap saja
Pak Rojali memaksanya untuk ikut. Fatma tidak tahu, bapaknya ada misi
ingin menjodohkannya dengan anak keluarga Pak Sanusi yang bernama Rony.
Menurut Pak Rojali kalau langkah pertama ini dia sudah kecewa, maka
tidak akan ada lagi langkah kedua. Dia hanya ingin melihat seberapa
pelit keluarganya itu. Apakah dengan kehadiran anaknya yang cantik
jelita akan bisa meruntuhkan sifat pelit di keluarga Pak Sanusi.
Misi di mulai.
Setelah
perjalanan empat jam, rombongan Pak Rojali tiba di rumah Pak Sanusi.
Pak Sanusi yang tidak menyangka akan kedatangan tamu yang begitu banyak (
karena sifat pelitnya Pak Sanusi merasa terganggu kalau kedatangan
banyak tamu) menjadi kaget luar biasa. Dia tidak sempat lagi merapikan
alias menyembunyikan makanan dan barang-barang yang ada dalam rumahnya.
Pak Rojali dengan misi ingin menyerang langsung menguasai medan dengan
berjalan-jalan mengitari seluruh ruangan. Bahkan dia menyuruh
anak-anaknya untuk masuk ke dalam kamar-kamar yang ada di rumah Pak
Sanusi. Tujuannya hanya ingin membandingkan kekayaan Pak Sanusi dengan
mereka.
Tiba
waktunya makan malam. Sejak tadi keluarga Pak Rojali sudah mencium
aroma yang menusuk hidung dan menikam perut. Terbayang lezatnya makanan
yang di masak dari aroma yang ada. Kepala anak-anak Pak Rojali sudah
penuh dengan awan-awan berisi gambar makanan lezat.
Mereka
sudah duduk di lantai beralas tikar. Karena keluarga sendiri yang
datang, Pak Sanusi memilih melayani keluarganya di dapur bukan di ruang
makan yang lengkap dengan meja makan ekslusif. Katanya supaya lebih
akrab karena jumlah mereka sangat banyak. Kursi makan tidak akan cukup
untuk menampung mereka semua dalam satu kali makan.
Setelah
semua teratur rapi duduk melingkar, maka keluarlah makanan satu
persatu. Dimulai dengan nasi, lalu sayur. Semua dalam porsi yang banyak.
Pak Rojali tersenyum. Ternyata keluarganya sudah banyak berubah, tidak
lagi pelit seperti dirinya. Datang lagi hidangan yang menambah selera,
ikan goreng bumbu saus. Aromanya sudah tercium sebelum tiba di depan
mereka. Jumlahnya juga banyak. Pak Rojali tambah senang. Dalam
pikirannya perjodohan anaknya benar-benar akan dia wujudkan.
Selesai
berdoa, di mulailah makan. Tapi Pak Rojali kaget bukan kepalang. Dia
dan anak-anaknya sama sekali tidak punya kesempatan untuk mengambil
makanan. Anak-anak Pak Sanusi yang jumlahnya delapan orang plus istri
dan ipar-iparnya sudah lebih dulu menguasai makanan yang dihidangkan.
Seperti adegan film kartun, setelah mereka selesai terlihatlah makanan
yang ada diatas piring. Malah ada piring yang sudah kosong karena isinya
telah habis. Nasi tinggal sedikit, ikan sudah habis, sayur tinggal
setengahnya itupun hanya tinggal kuah.
Pak
Rojali naik darah. Saat itu juga dia pamit pulang. Tentu saja di sambut
gembira oleh Pak Sanusi walau cuma dalam hati. Pak Rojali langsung
menghapus rencananya untuk menjodohkan anaknya dengan anak Pak Sanusi.
Pak Rojali lupa kalau dulu saat dia dan Pak Sanusi masih kecil. Pak
Sanusi pernah berkunjung ke rumah Pak Rojali. Tingkah orang tua Pak
Rojali sama persis dengan tingkah Pak Sanusi sekarang ini. Sepertinya
Pak Sanusi ingin membalas dendam atas perlakuan orang tua Pak Rojali
dulu.****
0 komentar:
Posting Komentar