Jumat, 11 Mei 2012

Pengantin Pilihan

0



12906049662092533004

Candra selesai mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Semua yang hadir mengucapkan syukur sambil tersenyum. Akhirnya satu-satunya anak lelaki pak Pak Sugeng menikah juga. Ada rasa khawatir dalam diri pak Sugeng mengingat usianya sudah enam puluh tahun. Dia memang telat menikah. Menikah di usia empat puluh tahun.

 Tak ingin mengulang kesalahan yang sama maka anaknya Chandra, dinikahkan di usia sembilan belas tahun. Pak Sugeng tidak ingin lebih lama menimang cucu. Bak gayung bersambut, Chandra juga lebih memilih membahagiakan orang tuanya dengan menikah lebih cepat. Menikah dengan pilihan orang tuanya. Menikah dengan Ranti. Gadis yang hanya sekali dilihatnya waktu acara lamaran.

Chandra masih duduk di depan penghulu. Sejak mendengar penghulu menyebut nama yang akan dia nikahi adalah Indah Nabila, Chandra merasa heran. Tapi dia kemudian berpikir, mungkin itu nama lengkap dari Ranti. Mungkin Ranti adalah nama panggilan sehari-sehari. Seperti dia yang bernama lengkap Muhammad Bayu Andara, tapi di panggil Chandra.

Chandra kemudian berdiri. Dengan diapit ke dua pamannya,dia melangkah menuju kamar pengantin wanita. Setelah berbalas pantun, Chandra lalu masuk ke kamar pengantin wanita. Chandra tertegun melihat pengantin wanita yang terlihat sangat cantik. Sementara pengantin wanita masih duduk di pembaringan dengan wajah menunduk. Dengan di bimbing beberapa kerabat, Chandra naik ke pembaringan yang sudah di hias dengan pernak-pernik pernikahan. 

Dia duduk di depan pengantin wanita. Mereka kemudian saling memakaikan cincin pengantin. Kedua pasangan pengantin saling tersenyum saat kerabat mereka menggoda mereka dengan kata-kata yang lucu. Candra tidak henti-hentinya menatap gadis yang kini menjadi istrinya. Sang istri juga kini mulai berani meliriknya walau cuma sesekali. Tapi saat pandangan mereka bertemu, Chandra terdiam. Dia terus menatap istrinya dengan rasa curiga yang luar biasa.

**

Maafkan aku mas, ayah dan ibu terpaksa melakukan ini. Kami tidak punya pilihan lain, undangan sudah tersebar. Tidak mungkin membatalkannya. Keluarga kami akan malu. Ayah dan ibu takut, kelak tak ada lagi yang akan melamar kami kalau pernikahan ini dibatalkan..” Indah bertutur dengan suara bergetar. Dia sedang di kamar pengantin bersama suaminya, Chandra. Ini adalah malam pertama mereka sebagai suami istri. Chandra terdiam. Sejak tadi dia mendengarkan istrinya berbicara.

Kak Ranti, ternyata tidak ingin menikah denganmu, mas. Dia sudah punya kekasih yang sangat dia cintai. Ayah dan ibu tidak tahu hal itu. Kak Ranti juga tidak berterus terang. Padahal kalau ayah dan ibu tahu, maka kak Ranti tidak akan di jodohkan dengan mas..”

Kenapa de Indah tidak menolak dinikahkan dengan aku?” tanya Chandra tiba-tiba. Indah memandangnya lalu menunduk.

Karena aku menyukai mas. Aku menyukai mas sejak pertama kali mas datang untuk melamar kak Ranti…”

Chandra memegang tangan istrinya.

Kita masih muda. Aku sembilan belas tahun, de Indah tujuh belas tahun.Tapi saat aku memutuskan mengikuti keinginan bapak untuk menikah. Aku sudah memutuskan siapapun pilihan bapak, aku akan membahagiakannya. Menjadi suami yang baik. Tidak penting apakah itu de Indah atau Ranti yang menikah denganku. Dengan memilih pernikahan ini, berarti de Indah menyukai aku. Aku tidak mencari gadis yang aku cintai, karena kita baru bertemu tidak mungkin menumbuhkan cinta secepat itu. Tapi percayalah,  de Indah tidak akan menyesal dengan pilihan  de Indah. Aku atau tepatnya kita, sama-sama baru saling mengenal.Aku berterima kasih karena de Indah mau menikah denganku, itu sudah membuatku sangat menyayangimu…”

Indah memandang suaminya dengan tersenyum. Semula dia khawatir Chandra akan menolaknya karena menggantikan posisi kakaknya, Ranti. Tapi ternyata rasa khawatirnya tidak terbukti. Chandra tetap memilihnya menjadi istrinya.  Dia  tidak memikirkan Ranti yang lebih memilih kabur dengan kekasihnya. Indah tidak  tahu bagaimana keadaan Ranti setelah pergi dari rumah. Keluarganya juga belum tahu di mana saat ini Ranti berada.

Sementara di tempat lain di sebuah penginapan Ranti tengah termenung. Dia memikirkan kondisi dirumahnya saat ini. Apa yang terjadi dirumahnya selepas dia kabur? Ada penyesalan tapi kekuatan cintanya lebih besar..

Di kamar sebelah. Eki, kekasih Ranti tengah menulis sesuatu di atas selembar kertas.

Maafkan aku Ranti, aku tidak bisa terus bersamamu. Aku ingin kembali. Aku tidak ingin orang tuaku khawatir. Aku tidak bisa menjanjikan yang lebih saat ini.Perjalananku masih panjang. Aku tidak ingin karena pikiran sesaat kita jadi kehilangan akal sehat. Kalau karena ini kita harus berpisah, aku hanya bisa pasrah. Maaf sekali lagi.

0 komentar:

Posting Komentar