Candra
selesai mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Semua yang hadir
mengucapkan syukur sambil tersenyum. Akhirnya satu-satunya anak lelaki
pak Pak Sugeng menikah juga. Ada rasa khawatir dalam diri pak Sugeng
mengingat usianya sudah enam puluh tahun. Dia memang telat menikah.
Menikah di usia empat puluh tahun.
Tak ingin mengulang kesalahan yang
sama maka anaknya Chandra, dinikahkan di usia sembilan belas tahun. Pak
Sugeng tidak ingin lebih lama menimang cucu. Bak gayung bersambut,
Chandra juga lebih memilih membahagiakan orang tuanya dengan menikah
lebih cepat. Menikah dengan pilihan orang tuanya. Menikah dengan Ranti.
Gadis yang hanya sekali dilihatnya waktu acara lamaran.
Chandra
masih duduk di depan penghulu. Sejak mendengar penghulu menyebut nama
yang akan dia nikahi adalah Indah Nabila, Chandra merasa heran. Tapi dia
kemudian berpikir, mungkin itu nama lengkap dari Ranti. Mungkin Ranti
adalah nama panggilan sehari-sehari. Seperti dia yang bernama lengkap
Muhammad Bayu Andara, tapi di panggil Chandra.
Chandra
kemudian berdiri. Dengan diapit ke dua pamannya,dia melangkah menuju
kamar pengantin wanita. Setelah berbalas pantun, Chandra lalu masuk ke
kamar pengantin wanita. Chandra tertegun melihat pengantin wanita yang
terlihat sangat cantik. Sementara pengantin wanita masih duduk di
pembaringan dengan wajah menunduk. Dengan di bimbing beberapa kerabat,
Chandra naik ke pembaringan yang sudah di hias dengan pernak-pernik
pernikahan.
Dia duduk di depan pengantin wanita. Mereka kemudian saling
memakaikan cincin pengantin. Kedua pasangan pengantin saling tersenyum
saat kerabat mereka menggoda mereka dengan kata-kata yang lucu. Candra
tidak henti-hentinya menatap gadis yang kini menjadi istrinya. Sang
istri juga kini mulai berani meliriknya walau cuma sesekali. Tapi saat
pandangan mereka bertemu, Chandra terdiam. Dia terus menatap istrinya
dengan rasa curiga yang luar biasa.
**
“ Maafkan
aku mas, ayah dan ibu terpaksa melakukan ini. Kami tidak punya pilihan
lain, undangan sudah tersebar. Tidak mungkin membatalkannya. Keluarga
kami akan malu. Ayah dan ibu takut, kelak tak ada lagi yang akan melamar
kami kalau pernikahan ini dibatalkan..” Indah bertutur dengan suara
bergetar. Dia sedang di kamar pengantin bersama suaminya, Chandra. Ini
adalah malam pertama mereka sebagai suami istri. Chandra terdiam. Sejak
tadi dia mendengarkan istrinya berbicara.
“Kak
Ranti, ternyata tidak ingin menikah denganmu, mas. Dia sudah punya
kekasih yang sangat dia cintai. Ayah dan ibu tidak tahu hal itu. Kak
Ranti juga tidak berterus terang. Padahal kalau ayah dan ibu tahu, maka
kak Ranti tidak akan di jodohkan dengan mas..”
“ Kenapa de Indah tidak menolak dinikahkan dengan aku?” tanya Chandra tiba-tiba. Indah memandangnya lalu menunduk.
“ Karena aku menyukai mas. Aku menyukai mas sejak pertama kali mas datang untuk melamar kak Ranti…”
Chandra memegang tangan istrinya.
“ Kita
masih muda. Aku sembilan belas tahun, de Indah tujuh belas tahun.Tapi
saat aku memutuskan mengikuti keinginan bapak untuk menikah. Aku sudah
memutuskan siapapun pilihan bapak, aku akan membahagiakannya. Menjadi
suami yang baik. Tidak penting apakah itu de Indah atau Ranti yang
menikah denganku. Dengan memilih pernikahan ini, berarti de Indah
menyukai aku. Aku tidak mencari gadis yang aku cintai, karena kita baru
bertemu tidak mungkin menumbuhkan cinta secepat itu. Tapi percayalah,
de Indah tidak akan menyesal dengan pilihan de Indah. Aku atau tepatnya
kita, sama-sama baru saling mengenal.Aku berterima kasih karena de
Indah mau menikah denganku, itu sudah membuatku sangat menyayangimu…”
Indah
memandang suaminya dengan tersenyum. Semula dia khawatir Chandra akan
menolaknya karena menggantikan posisi kakaknya, Ranti. Tapi ternyata
rasa khawatirnya tidak terbukti. Chandra tetap memilihnya menjadi
istrinya. Dia tidak memikirkan Ranti yang lebih memilih kabur dengan
kekasihnya. Indah tidak tahu bagaimana keadaan Ranti setelah pergi dari
rumah. Keluarganya juga belum tahu di mana saat ini Ranti berada.
Sementara
di tempat lain di sebuah penginapan Ranti tengah termenung. Dia
memikirkan kondisi dirumahnya saat ini. Apa yang terjadi dirumahnya
selepas dia kabur? Ada penyesalan tapi kekuatan cintanya lebih besar..
Di kamar sebelah. Eki, kekasih Ranti tengah menulis sesuatu di atas selembar kertas.
Maafkan
aku Ranti, aku tidak bisa terus bersamamu. Aku ingin kembali. Aku
tidak ingin orang tuaku khawatir. Aku tidak bisa menjanjikan yang lebih
saat ini.Perjalananku masih panjang. Aku tidak ingin karena pikiran
sesaat kita jadi kehilangan akal sehat. Kalau karena ini kita harus
berpisah, aku hanya bisa pasrah. Maaf sekali lagi.
0 komentar:
Posting Komentar