Jumat, 11 Mei 2012

Kasih Sayang

0



gambar www.google.com

Teti tersenyum senang. Proposalnya disetujui. Tidak sia-sia dia lembur tiga malam untuk merevisi proposalnya.Diletakkannya dokumen-dokumen itu di atas meja kerjanya. Sambil menyingkap tirai jendela dia melihat jam ditangannya. Sudah jam sepuluh lebih sepuluh menit. Rapat berlangsung lama dan baru berakhir hampir jam sepuluh malam.

Teti teringat anaknya, Fikri. Sejak tadi handphonenya terus bergetar tapi dia abaikan. Pasti sms itu dari Fikri yang memintanya cepat pulang. Anak itu terlalu manja. Selalu memberi alasan kalau sakit, padahal saat dipegang dia tidak apa-apa. Pasti saat ini dia sudah tidur.

Teti duduk di kursi kerjanya. Dipandanginya dokumen yang ada di atas meja. Senyumnya kembali merekah. Kerja kerasnya sukses. Dia tidak menyangka akan dapat kepercayaan dari kantor. Pasti setelah ini akan banyak proyek yang bisa dia tangani.

Handphonenya bergetar lagi. Alis Teti berkerut. Fikri belum tidur jam segini? Inikan sudah jam setengah sebelas? Diangkatnya handphonenya. Ada pesan masuk. Dari Fikri. Anak itu ternyata benar-benar belum tidur. Teti membuka pesan itu.

Nya, ini Mila. Fikri masuk rumah sakit, tadi jam tujuh pingsan

Tangan Teti gemetar.

0 komentar:

Posting Komentar