Senin, 07 Mei 2012

Hanya Sendiri

0

Malam, bukan malam Jumat. Baru juga jam sembilan. Tapi sejak tadi di angkot hidungku terus mencium aroma kemboja. Meski gelisah, pikiranku tidak mengarah ke hal-hal yang menakutkan.

Aroma kemboja kian menyengat namun kulihat semua penumpang bersikap biasa saja. Tenang dan tidak terpengaruh dengan aroma tersebut.

“ Mungkin saja bunga Kemboja sedang mekar..” batinku  menghibur diri.

Satu persatu penumpang turun. Kini aku hanya berdua dengan sopir di depan.

“ Stop, pak!” teriakku menghentikan kendaraan. Aku turun dan membayar ongkos angkot.

“ Kok cuma segini, mbak?” tanya sopir.

“ Bayar angkot kan memang segitu?” kataku bingung.

“ Lho, mbak kan turun berdua dengan nenek yang tadi..”

Aku terperangah. Berdua? Bukankah aku penumpang terakhir? Aku sendiri saja. Mengapa ada nenek-nenek yang turun bersamaku?

Aku teringat wangi Kemboja. Buku kudukku merinding. Segera ku bayar ongkos angkot lalu berlari pulang ke rumah.

Aku baru tenang setelah tiba di dalam rumah. Malam yang menyeramkan. Ternyata ada makhluk halus  bersamaku di atas angkot. Aku makin gemetar. Kuteguk air minum untuk menenangkan diri.

Tiba-tiba aku mencium wangi kemboja!

====

0 komentar:

Posting Komentar