Jumat, 19 November 2010
Ini hari pertama aku menulis di kertasmu yang putih diary. Aku jadi tergerak mencarimu di toko karena saat ini aku butuh teman untuk curhat. Aku bukan tidak punya teman curhat. Temanku banyak. Sahabatku juga. Tapi saat ini mereka tidak bisa aku jadikan teman untuk berbicara dari hati ke hati. Aku bukan tidak mempercayai mereka. Aku tahu mereka akan siap mendengarkan apapun yang aku ceritakan. Tapi untuk sekarang aku malu untuk berbagi dengan mereka. Aku tidak ingin mereka menatapku dengan tatapan aneh kemudian tersenyum. Aku tidak bisa melarang mereka untuk tersenyum.
Aku juga kalau ada di posisi mereka pasti akan merasa ini hal yang lucu. Lucu karena untuk pertama kalinya aku merasa suka dengan seseorang. Aku yang dianggap lugu oleh teman-teman, sekarang merasakan desiran di hatiku tiap kali melihatnya. Dia murid baru di kelas kami. Wajahnya ganteng. Blasteran Uzbekiztan,Thailand dan Indonesia. Terbayangkan diary gimana wajah dari Alex. Cakep luar biasa.
Sabtu, 20 November 2010
Maafkan aku diary. Walau kamu adalah teman curhatku. Aku tidak bisa membawamu ke sekolah. Aku takut kamu jatuh ke tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Aku tidak ingin mereka menyebarkan rahasia hatiku. Lebih baik kamu berdiam disini. Dilemariku yang hangat.
Diary, hari ini dan mungkin untuk hari-hari selanjutnya. Langit akan terlihat cerah. Pelangi-pelangi akan bermunculan setiap saat. Sekolahpun jadi begitu indah dalam tatapan mataku. Daun-daun yang bergoyang tertiup angin makin menambah romantis suasana hatiku.
Hari ini Alex tersenyum kepadaku, diary. Walau sudah hampir sebulan dia jadi teman kami tapi tak pernah sekalipun aku dan dia bertegur sapa. Namanya juga murid baru. Dia tentu butuh beradaptasi. Tapi sayangnya, sejak hari pertama Cecil yang selalu bersama dia. Menemani kemanapun dia pergi. Kecuali ke wc hi..hi..
Cecil blasteran juga. Mungkin merasa senasib, Alex terlihat nyaman bersamanya. Aku tidak bisa iri dengan kebersamaan mereka. Melihatnya tersenyum saja sudah membuatku gemetaran. Apalagi kalau harus berdekatan. Lebih baik seperti ini, cukup melihatnya dari jauh.
Minggu, 21 November 2010
Diary, tadi aku bertemu Alex di sekolah. Ada les yang harus kami ikuti. Aku terlambat datang. Dia juga. Bertemu dia di pintu gerbang membuatku tidak bisa bergerak. Apalagi kami jalan bersama menuju ruang kelas.Andai kamu ada disana diary, mungkin kamu bisa merasakan tubuhku yang dingin dan gemetar. Aku gugup luar biasa. Alex ternyata sangat ramah. Dia menegurku dengan aksen yang terdengar lucu ditelingaku. Maklum aku baru pertama kali mendengarnya bicara. Tapi aku bahagia. Akhirnya aku bisa ngobrol dengan dia walau cuma beberapa menit.
Aku tidak tahu diary. Apakah sekarang ini aku sedang jatuh cinta? Rasanya dalam hatiku dan mataku hanya ada Alex. Apa aku yang berhayal terlalu tinggi? Sepertinya di sekolah kami hanya Cecil yang serasi dengan dia. Cecil sangat cantik.
Senin, 22 November 2010
Diary, mimpi apa aku semalam. Tadi di sekolah kami dapat tugas kelompok. Tiap kelompok ada dua orang. Kamu tahu diary, yang jadi teman kelompokku siapa? Alex! Alex! Aku gembira diary. Rasanya dunia berhenti berputar. Aku duduk sebangku dengan dia. Kami mengerjakan tugas bersama.Kami membahas soal-soal yang ada. Aku tadi sempat melihat, mata Cecil tertuju padaku. Dia mungkin tidak suka. Tapi aku suka… Ada lagi diary yang membuatku ingin terbang mengitari sekolah. Karena tugas kami belum selesai, Alex menawarkan aku untuk kerumahnya.
Kamu tentu heran, mengapa aku pulang malam. Karena aku habis mengerjakan tugas di rumah Alex! Diary rasanya aku sudah jatuh cinta….
Selasa, 23 November 2010
Hari ini aku sedih diary. Padahal kemarin aku begitu gembira. Mulai sekarang aku harus turun ke bumi. Tidak lagi berkhayal terlalu jauh tentang Alex. Mungkin karena tidak suka dengan kedekatan kami kemarin. Sekarang Cecil memilih duduk sebangku dengan Alex. Fredric yang sebangku dengan Alex dengan mudah dibujuknya untuk pindah ke tempatnya. Fredric tentu saja senang. Karena teman sebangkunya sekarang adalah Lita, gadis yang dinaksirnya sejak kelas satu!
Melihat kebersamaan mereka membuatku harus menyimpan rasa itu hanya dalam hati saja. Aku tak boleh berharap sesuatu yang indah ada diantara kami.
Diary aku minta maaf, mungkin besok adalah hari terakhir aku curhat padamu. Aku tidak akan curhat lagi tentang Alex.Karena bagiku Alex hanya mimpi yang tidak akan pernah berhenti ada dalam anganku. Selama dia ada disekolah anganku mungkin hanya akan dipenuhi Alex. Dan itu melelahkan. Aku ingin berhenti memikirkannya sebelum aku benar-benar merasakan sakit karena terlalu menyukainya.
Besok diary,ikutlah bersamaku. Kamu akan melihat wajah Alex yang selama ini aku ceritakan. Tapi aku ada satu permintaan padamu. Kamu jangan naksir padanya apalagi jatuh cinta. Karena itu membuatku cemburu!
Rabu, 24 November 2010
Diary, selamat pagi. Bersiaplah kita akan kesekolahku bersama-sama…
~~~
Sekarang kamu melihatnya. Bagaimana? Cakepkan?
~~
Lena berhenti di pintu gerbang. Dia teringat sesuatu. Diperiksanya tasnya. Buku hariannya tidak ada! Lena panik. Dia berlari menuju kelasnya. Suasana sekolah sudah lumayan sepi. Kelasnya memang yang terakhir menyelesaikan pelajaran. Sambil berlari Lena terus menyesali dirinya. Kenapa dia nekad membawa buku hariannya ke sekolah. Padahal kalau buku itu tidak dia bawa tentu tidak akan ada masalah seperti ini. Mudah-mudahan saja buku itu aman dan tidak ada yang melihat apalagi membacanya, batin Lena.
Lena berlari di tangga menuju kelasnya. Kelasnya ada di lantai tiga. Terbayang lelahnya dia harus menaiki tangga satu persatu. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Benda berharga miliknya ketinggalan di kelas. Tidak ada yang lebih menakutkan selain membayangkan apa yang ada dalam buku hariannya terbaca oleh orang lain. Sekolah akan geger.Gosip akan menyebar. Lena tidak kuat membayangkan jika kejadiannya benar seperti itu. Semoga dia aman, pinta Lena.
Akhirnya Lena tiba di depan kelasnya. Dia melihat sekeliling. Tidak ada orang lagi, cuma dia sendiri. Perlahan hatinya mulai merasa lega. Dia melangkah masuk ke dalam kelas. Tiba-tiba langkahnya terhenti. Pandangan matanya tajam menatap sesuatu di depannya. Jantung Lena juga berdetak sangat cepat. Nampak Alex berdiri di sana, di tempat duduk Lena. Alex perlahan mendekatinya. Lena gemetaran. Tapi bukan itu yang membuat jantung Lena serasa berhenti berdetak. Alex mendekatinya dengan senyum yang sangat manis sambil memegang buku hariannya!
sumber gambar disini



0 komentar:
Posting Komentar