Jumat, 11 Mei 2012

Aku Ibu Yang Baik

0



1292395324153171607

Aku terdiam. Tak bergerak. Saat polisi membawaku keluar dari rumahku, semua mata memandangku dengan tatapan aneh. Ada juga teriakan yang menyebutku gila. Aku memandangi mereka. Wajah-wajah yang aku kenal. Tapi mengapa mereka tak tersenyum? Wajah mereka sangat aneh. Sepertinya aku habis melakukan dosa besar. Mengapa mereka menyebutku gila? Aku sama sekali tak gila. Aku waras. Kalau aku tak waras, aku tentu tak akan mengurus anak-anakku dengan baik. Justru karena aku ibu yang baik dan  waras makanya aku memasak makanan untuk anakku.

Aku setiap hari memasak ayam untuk mereka. Kalau kemudian anak-anakku menghilang satu persatu, itu bukanlah kesalahanku. Aku sedang memasak waktu mereka bermain. Saat malam mereka tak kembali mengapa aku yang di salahkan? Aku menunggu mereka dengan hidangan di atas meja tapi mereka tak kunjung datang. Padahal ayam yang tadi aku potong sudah aku masak untuk mereka. Seharusnya anak-anakku segera makan malam ini. Seharian mereka mengganggu dengan teriakan laparnya, hingga aku nekad memotong ayam yang kebetulan masuk dalam rumahku. Apakah karena itu aku di tangkap atau karena itu aku di anggap gila?.

Padahal seharusnya orang-orang itu membantuku mencari anakku. Sudah dua hari mereka menghilang. Aku panik. Aku hanya menemukan gelangnya yang melingkar di sepotong tangan dekat panci. Kasihan anakku mengapa gelangnya terlepas?

0 komentar:

Posting Komentar