Siang itu warga berkumpul di rumah
Mommy. Tidak ada acara khusus selain keinginan untuk berkumpul. Awalnya
Asih berada di studio mbak Enggar bersama mbak Yety. Saat akan
pulang, Asih terpikir untuk mengunjungi Mommy dan mas Yayok.
” Saya ikut mbak Asih, kangen sama
mommy. Sekalian mau lihat gimana keadaannya.” Ucap mbak Enggar di ikuti
anggukan mbak Yety. Mbak Enggar lalu menutup pintu studio. Baru saja
keluar dari halaman studio, mas Odi menyapa dengan map di tangannya.
” Mau ikut kami mas Odi? kamu mau ke rumah mommy.” Ucap Asih setelah membalas senyum mas Odi. Mas Odi berpikir sejenak.
” Baiklah, saya juga mau ngobrol dengan mas Yayok. Sudah lama pengen ngobrol tentang desa dengannya.”
Akhirnya sambil ngobrol mereka berjalan
kaki menuju rumah mommy. Belum jauh melangkah nampak Zwan, Febby,
Dorma dan mbak Ranti tengah asyik duduk di bawah pohon mangga. Mereka
nampak gembira ketika melihat rombongan Asih. Berlarian mereka
menyusul setelah di beritahu bakal ke rumah mommy.
” Bikin acara rujak yuk dirumah mommy?” usul Zwan. Mereka serempak setuju.
Pucuk di cinta ulam tiba. Baru saja
membicarakan rencana membuat acara rujak, dari kejauhan nampak Ajen,
Mahar, mas Ari Ryan serta mas Ibay sedang membawa kantongan berisi
buah-buahan. Niat mereka ternyata sama, ingin berkunjung ke rumah mommy
karena kangen dengan mommy yang tidak terdengar kabarnya beberapa hari
ini.
Saat mereka tiba, mommy terperangah dan
tidak percaya. Dia nampak terharu dan memeluk mereka satu persatu.
Mata mommy berkaca-kaca.
” Mommy senang kalian datang
berkunjung. Baru saja mommy kepikiran untuk bertemu kalian semua.” Ucap
mommy terbata-bata. Mas Yayok muncul dari dalam dengan wajah
sumringah. Dia memeluk mas Odi dengan gembira. Ternyata mas Pujangga
Rangkat telah lebih dulu berada di rumah mommy.
” Saya tersanjung nih mendapat kunjungan mendadak seperti ini.”
” Biasa saja mas Yayok. Ini pertanda,
kami tidak pernah melupakan mas Yayok dan keluarga meski bukan lagi
menjabat sebagai kepala desa.” mas Ari nyelutuk yang disambut tawa oleh
mas Yayok.
” Ayo semuanya, silahkan duduk. Baiknya
di mana ya? mungkin lebih baik kita lesehan saja di teras. Angin
sepoi-sepoi bikin adem.” Ucap mas Yayok sambil melangkah ke teras.
Mereka lalu duduk menepi. Sementara
mommy, mbak Yety dan mbak Enggar sudah menghilang ke dapur. Tidak lama
mereka muncul sambil membawa pisau dan baskom.
” Ayo, kupas buahnya rame-rame, biar cepat selesai.” seru mommy.
Yang perempuan kemudian berbagi. Mereka mengupas buah sambil bercanda dan tertawa. Namun tiba-tiba Asih tertegun lalu..
” Siang teman-teman, boleh nanya ya.
Tujuan kalian gabung dengan Desa Rangkat itu apa? silahkan di komentari
kalau tidak keberatan, makasih sudah mau berbagi cerita.”
Mereka tersenyum, tidak menyangka Asih akan mengusulkan ide demikian.
Mas Odi mengangkat tangan tanda akan berbicara,
” Ada semangat berani bermimpi, kritis
terhadap realitas, dan wujudkan yang terbaik dalam nyata….” Ucapnya
yang di sambut tepuk tangan oleh yang lain.
” Makasih mas Odi Shalahuddin Mahdami, komentarnya bergiliran ya..” Saran Asih.
” Punya lebih banyak teman, bisa
belajar menulis runtut dan terstruktur…” Jawab mbak Enggar merasa
dirinya duduk paling dekat dengan mas Odi.
” Memperbanyak teman, belajar gaya
penulisan dari setiap link yang di post di desa ini meski saya jarang
sekali coment tapi saya membaca loh hehehe..” Febby tertawa.
” Berbagi kasih dan saling perduli untuk mewujudkan mimpi..” lanjutnya.
Yety Ursel Darwis kelihatan bingung.
” Jawaban saya nyontek Bu Enggar Murdiasih.. yang pasti ada persahabatan yang mengikat di sini.” Ucapnya dengan tersenyum.
Giliran Dorma Jadi Haulian Situmorang.
” Karena di Rangkat banyak orang-orang
yang punya hati besar dan terbuka untuk orang lain. Di sana juga banyak
pelajaran yang berharga dan banyak semangat yang kita terima. Banyak
berbagi tawa, berbagi senyum, berbagi pelukan dan ciuman, berbagi cinta
dan berbagi hati yang tulus untuk menjadi pendengar dan pemberi solusi
yang baik.”
Hanna HM Zwan tidak mau kalah.
” DARI RANGKAT ” bisa merangkat,
menulis cerpen terutama, berawal dari rangkat akhirnya bisa nulis
cerpen, banyak teman, saudara…dan tercipta MWAH TLEPOKS…. salam
Galang.” Zwan tertawa manis.
Mbak Ranti Tirta terlihat siap berbicara.
” Yaa banyak teman, belajar nulis tapi
gak sering nulis, dan maaf kalau ga sempat berkunjung karena
keterbatasan waktu pengennya sech di datangi semuaa…….jadi bukan milih -
milih……saling sayang satu sama lain….”
“ Saya ingin punya anak-anak angkat di
rangkat…saya ingin punya sodara angkat di rangkat…..saya ingin setiap
saya singgah di suatu kota saya punya sodara / teman rangkat yang bisa
saling silahturahmi…, bagi saya Rangkat adalah kumpulan
saudara-saudara…kalian adalah keluargaku….dan aku cinta kalian
semuanya..” Mas Ibaybenz Andromeda Eduard bergaya lebay. Mereka kompak
tertawa.
” Mau jadi garam dan cahaya….hehehehehe..bisa berbagi, banyak teman, belajar nulis SOSIAL” Lanjut mas Ari Ryan.
“ Anti ribut….hehe itu yang lala suka.” Ucap Pujangga Rangkat.
” Tujuan utama nambah saudara. Tujuan
sampingan nyari jodoh, heheheee….yang pasti gak nyesel jadi warga
rangkat mbak Asih Sekdes Rangkat, saya sukses buka toko roti disini.”
Ucap Mahar.
” Tujuan utama nambah teman. Tujuan khusus biar saya makin sering nulis.” Kata Ajen ketika gilirannya berbicara.
Tiba giliran mas Yayok Haryanto, semua siap menyimak dengan serius.
” Ruh Desa Rangkat adalah persaudaraan
dan kebersamaan. Kehidupan di desa rangkat maya adalah D-iskusi Elok
S-arat A-sah A-sih A-suh seputar meRANGkai KAT-ai, bercocok tanam kata,
di ladang sastra untuk memanen makna …. perbedaan didiskusikan dengan
saling asah-asih-asuh, logis, realistis, dinamis dan harmonis. Saya
bergabung di Desa Rangkat karena di ajak saudariku Mommy De Rangkat,
untuk jadi kakak angkat di dunia nyata, dan memainkan peran sebagai
Kades I atau suami mendampingi Mommy di Tag Desa Rangkat, KOMPASIANA.
Awal berdirinya Desa Rangkat, banyak
ternyata miss persepsi, beberapa warga perempuan Desa Rangkat
mendapatkan pelecehan seksual via Inbox, so, Mommy sebagai Bu Kades
sekaligus pendiri Desa Rangkat merasa memerlukan teman sekaligus
bodyguard …Saya bergabung di Desa Rangkat karena terpanggil oleh
kewajiban untuk melindungi saudari angkatku dan mengawal cita-citanya,
membentuk komuitas kompasianer yang anti RIBUT. Duh panjang banget
ya…………. ???” Mas Yayok tersadar.
” Jelas pak Yayok Haryanto.” sahut mbak Yety Ursel Darwis.
” Panjang banget papi Yayok Haryanto heheheheh.” Si Ajen menimpali sambil senyum.
“ Si Ajen masih ada satu paragraf lagi.” Ucap mas Yayok.
” Kegiatan di dunia nyata adalah
kopdaran yang di kemas dalam konteks pertemuan keluarga besar, yang
disatukan oleh tangan Tuhan, istilah kakek Emmanuel Astokodatu saat
kopdar Akbar I di Yogya, Juli 2011. Dalam persaudaraan, sembari
mewujudkan rasa syukur dengan berbagi kasih pada masyarakat sekitar
yang membutuhkan perhatian, kasih sayang dan persaudaraan. Pojok Baca
Desa Rangkat adalah proyek yang kesekian kalinya.
Termasuk juga kegiatan nyata Desa
Rangkat, adalah memberikan REWARD terhadap penulis pada tulisan bermutu
even-even tertentu, yang penjuriannya diupayakan profesional dan
obyektif, agar semangat MERANGKAT selalu terjaga.
Dan komen tentang bergabungnya saya ke
Desa Rangkat, tidak akan pernah terputus, karena persaudaraan dan
kebersamaan di Desa Rangkat selalu dinamis dan harmonis. Hampir tidak
mampu jemari menceritakan adanya ikatan batin yang menarik saya ke Desa
Rangkat. he..he..he..he…tadi panjang, sekarang jadi tidak panjang,
tapi puuuuaaannnnjangggg …..” Mas Yayok tertawa di ikuti yang lainnya.
” Makasih semua atas komentarnya.” Ucap Asih kemudian.
Mbak Yety Ursel Darwis mengangkat tangan.
” Pak Yayok Haryanto, tambah satu lagi
di desa rangkat kita bisa tertawa lepas, karena canda antar sesama yang
di kemas lewat jalinan cerita…..” Makin rame tawa mereka.
Dari jalan nampak seorang pemuda sedang berjalan mendekati rumah mommy. Setelah dia tiba, Asih menghampirinya.
” Perkenalkan teman-teman, ini mas
Priya. Dia warga baru di Desa kita.” Kata Asih yang membuat mas Priya
Bintang Proletar Semprul tersipu malu.
” Makasih udah di ajak mbak asih, jadi malu…hehehe.” ucapnya.
“ Jangan malu mas, di sini semua bersaudara, semoga betah ya..” Balas Asih.
” Amien dah…hehehehe. Makasih ya mbak. Buat semuanya salam persaudaraan dan salam kenal.” Mas Priya menyapa semua yang hadir.
Satu persatu dia menyalami mereka dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya.
Tanpa terasa, buah-buah telah selesai
di kupas dan di potong-potong untuk di jadikan rujak. Mommy muncul
dengan piring dan saus untuk rujak.
” Ayo, silahkan di nikmati rujaknya..makasih sudah mau berkunjung dan memberi semangat untuk kami.”
Ucapan mommy menjadi penutup acara. Mereka makan rujak sambil ngobrol riang penuh canda dan tawa.
” Eits..lupa. Kok cuma kita saja yang
didengarkan pendapatnya. Mommy dan mbak Asih juga dong!” Teriak Ajen.
Namun saat mencari, mommy dan Asih ternyata telah kabur ke dalam
rumah. Tawa mereka makin riuh.
0 komentar:
Posting Komentar