Senin, 16 April 2012

Tujuan Saya Gabung di Desa Rangkat

0

13265812872079607171

Siang itu  warga berkumpul di rumah Mommy. Tidak ada acara khusus selain keinginan untuk berkumpul. Awalnya Asih  berada di studio mbak Enggar bersama mbak Yety. Saat akan pulang, Asih terpikir untuk mengunjungi Mommy dan mas Yayok.

” Saya ikut mbak Asih, kangen sama mommy. Sekalian mau lihat gimana keadaannya.” Ucap mbak Enggar di ikuti anggukan mbak Yety. Mbak Enggar lalu menutup pintu studio. Baru saja keluar dari halaman studio, mas Odi menyapa dengan map di tangannya.

” Mau ikut kami mas Odi? kamu mau ke rumah mommy.” Ucap Asih setelah membalas senyum mas Odi. Mas Odi berpikir sejenak.

” Baiklah, saya juga mau ngobrol dengan mas Yayok. Sudah lama pengen ngobrol tentang desa dengannya.”

Akhirnya sambil ngobrol mereka berjalan kaki menuju rumah mommy. Belum jauh melangkah nampak Zwan, Febby, Dorma dan mbak Ranti tengah asyik duduk di bawah pohon mangga. Mereka nampak gembira ketika melihat  rombongan Asih. Berlarian mereka menyusul setelah di beritahu bakal ke rumah mommy.

” Bikin acara rujak yuk dirumah mommy?” usul Zwan. Mereka serempak setuju.

Pucuk di cinta ulam tiba. Baru saja membicarakan rencana membuat acara rujak, dari kejauhan nampak Ajen, Mahar,  mas Ari Ryan serta mas Ibay sedang membawa kantongan berisi buah-buahan. Niat mereka ternyata sama, ingin berkunjung ke rumah mommy karena kangen dengan mommy yang tidak terdengar kabarnya beberapa hari ini.

Saat mereka tiba, mommy terperangah dan tidak percaya. Dia nampak terharu dan memeluk mereka satu persatu. Mata mommy berkaca-kaca.


” Mommy senang kalian datang berkunjung. Baru saja mommy kepikiran untuk bertemu kalian semua.” Ucap mommy terbata-bata. Mas Yayok muncul dari dalam dengan wajah sumringah. Dia memeluk mas Odi dengan gembira. Ternyata mas Pujangga Rangkat telah lebih dulu berada di rumah mommy.

” Saya tersanjung nih mendapat kunjungan mendadak seperti ini.”

” Biasa saja mas Yayok. Ini pertanda, kami tidak pernah melupakan mas Yayok dan keluarga meski bukan lagi menjabat sebagai kepala desa.” mas Ari nyelutuk yang disambut tawa oleh mas Yayok.

” Ayo semuanya, silahkan duduk. Baiknya di mana ya? mungkin lebih baik kita lesehan saja di teras. Angin sepoi-sepoi bikin adem.” Ucap mas Yayok sambil melangkah ke teras.

Mereka lalu duduk menepi. Sementara mommy, mbak Yety dan mbak Enggar sudah menghilang ke dapur. Tidak lama mereka muncul sambil membawa pisau dan baskom.

” Ayo, kupas buahnya rame-rame, biar cepat selesai.” seru mommy.

Yang perempuan kemudian berbagi. Mereka mengupas buah sambil bercanda dan tertawa. Namun tiba-tiba Asih tertegun lalu..

” Siang teman-teman, boleh nanya ya. Tujuan kalian gabung dengan Desa Rangkat itu apa? silahkan di komentari kalau tidak keberatan, makasih sudah mau berbagi cerita.”

Mereka tersenyum, tidak menyangka Asih akan mengusulkan ide demikian.

Mas Odi mengangkat tangan tanda akan berbicara,

” Ada semangat berani bermimpi, kritis terhadap realitas, dan wujudkan yang terbaik dalam nyata….” Ucapnya yang di sambut tepuk tangan oleh yang lain.

” Makasih mas Odi Shalahuddin Mahdami, komentarnya bergiliran ya..” Saran Asih.

” Punya lebih banyak teman, bisa belajar menulis runtut dan terstruktur…” Jawab mbak Enggar merasa dirinya duduk paling dekat dengan mas Odi.

” Memperbanyak teman, belajar gaya penulisan dari setiap link yang di post di desa ini meski saya jarang sekali coment  tapi saya membaca loh hehehe..” Febby tertawa.

” Berbagi kasih dan saling perduli untuk mewujudkan mimpi..” lanjutnya.

Yety Ursel Darwis kelihatan bingung.

” Jawaban saya nyontek Bu Enggar Murdiasih.. yang pasti ada persahabatan yang mengikat di sini.” Ucapnya dengan  tersenyum.

Giliran Dorma Jadi Haulian Situmorang.

” Karena di Rangkat banyak orang-orang yang punya hati besar dan terbuka untuk orang lain. Di sana juga banyak pelajaran yang berharga dan banyak semangat yang kita terima. Banyak berbagi tawa, berbagi senyum, berbagi pelukan dan ciuman, berbagi cinta dan berbagi hati yang tulus untuk menjadi pendengar dan pemberi solusi yang baik.”

Hanna HM Zwan  tidak mau kalah.

” DARI RANGKAT ” bisa merangkat, menulis cerpen terutama, berawal dari rangkat akhirnya bisa nulis cerpen, banyak teman, saudara…dan tercipta MWAH TLEPOKS…. salam Galang.” Zwan tertawa manis.

Mbak Ranti Tirta terlihat siap berbicara.

” Yaa banyak teman, belajar nulis tapi gak sering nulis, dan maaf kalau ga sempat berkunjung karena keterbatasan waktu pengennya sech di datangi semuaa…….jadi bukan milih - milih……saling sayang satu sama lain….”

“  Saya ingin punya anak-anak angkat di rangkat…saya ingin punya sodara angkat di rangkat…..saya ingin setiap saya singgah di suatu kota saya punya sodara / teman rangkat yang bisa saling silahturahmi…, bagi saya Rangkat adalah kumpulan saudara-saudara…kalian adalah keluargaku….dan aku cinta kalian semuanya..” Mas Ibaybenz Andromeda Eduard bergaya lebay. Mereka kompak tertawa.

” Mau jadi garam dan cahaya….hehehehehe..bisa berbagi, banyak teman, belajar nulis SOSIAL” Lanjut mas Ari Ryan.

“  Anti ribut….hehe itu yang lala suka.” Ucap Pujangga Rangkat.

” Tujuan utama  nambah saudara. Tujuan sampingan nyari jodoh, heheheee….yang pasti gak nyesel jadi warga rangkat mbak Asih Sekdes Rangkat, saya sukses buka toko roti disini.” Ucap Mahar.

” Tujuan utama nambah teman. Tujuan khusus biar saya makin sering nulis.” Kata Ajen ketika gilirannya berbicara.

Tiba giliran mas Yayok Haryanto, semua siap menyimak dengan serius.

” Ruh Desa Rangkat adalah persaudaraan dan kebersamaan. Kehidupan di desa rangkat maya adalah D-iskusi Elok S-arat A-sah A-sih A-suh seputar meRANGkai KAT-ai, bercocok tanam kata, di ladang sastra untuk memanen makna …. perbedaan didiskusikan dengan saling asah-asih-asuh, logis, realistis, dinamis dan harmonis. Saya bergabung di Desa Rangkat karena di ajak saudariku Mommy De Rangkat, untuk jadi kakak angkat di dunia nyata, dan memainkan peran sebagai Kades I atau suami mendampingi Mommy di Tag Desa Rangkat, KOMPASIANA.

Awal berdirinya Desa Rangkat, banyak ternyata miss persepsi, beberapa warga perempuan Desa Rangkat mendapatkan pelecehan seksual via Inbox, so, Mommy sebagai Bu Kades sekaligus pendiri Desa Rangkat merasa memerlukan teman sekaligus bodyguard …Saya bergabung di Desa Rangkat karena terpanggil oleh kewajiban untuk melindungi saudari angkatku dan mengawal cita-citanya, membentuk komuitas kompasianer yang anti RIBUT. Duh panjang banget ya…………. ???” Mas Yayok tersadar.

” Jelas pak Yayok Haryanto.” sahut mbak Yety Ursel Darwis.

” Panjang banget papi Yayok Haryanto heheheheh.” Si Ajen menimpali sambil senyum.

“  ‎Si Ajen masih ada satu paragraf lagi.” Ucap mas Yayok.

” Kegiatan di dunia nyata adalah kopdaran yang di kemas dalam konteks pertemuan keluarga besar, yang disatukan oleh tangan Tuhan, istilah kakek Emmanuel Astokodatu saat kopdar Akbar I di Yogya, Juli 2011.  Dalam persaudaraan, sembari mewujudkan rasa syukur dengan berbagi kasih pada masyarakat sekitar yang membutuhkan perhatian, kasih sayang dan persaudaraan. Pojok Baca Desa Rangkat adalah proyek yang kesekian kalinya.

Termasuk juga kegiatan nyata Desa Rangkat, adalah memberikan REWARD terhadap penulis pada tulisan bermutu even-even tertentu, yang penjuriannya diupayakan profesional dan obyektif, agar semangat MERANGKAT selalu terjaga.

Dan komen tentang bergabungnya saya ke Desa Rangkat, tidak akan pernah terputus, karena persaudaraan dan kebersamaan di Desa Rangkat selalu dinamis dan harmonis. Hampir tidak mampu jemari menceritakan adanya ikatan batin yang menarik saya ke Desa Rangkat. he..he..he..he…tadi panjang, sekarang jadi tidak panjang, tapi puuuuaaannnnjangggg …..” Mas Yayok tertawa di ikuti yang lainnya.

” Makasih semua atas komentarnya.” Ucap Asih kemudian.

Mbak Yety Ursel Darwis mengangkat tangan.

” Pak Yayok Haryanto, tambah satu lagi di desa rangkat kita bisa tertawa lepas, karena canda antar sesama yang di kemas lewat jalinan cerita…..” Makin rame tawa mereka.

Dari jalan nampak seorang pemuda sedang berjalan mendekati rumah mommy. Setelah dia tiba, Asih menghampirinya.

” Perkenalkan teman-teman, ini mas Priya. Dia warga baru di Desa kita.” Kata Asih yang membuat mas Priya Bintang Proletar Semprul tersipu malu.

” Makasih udah di ajak mbak asih, jadi malu…hehehe.” ucapnya.

“  Jangan malu mas, di sini semua bersaudara, semoga betah ya..” Balas Asih.

” Amien dah…hehehehe. Makasih ya mbak. Buat semuanya salam persaudaraan dan salam kenal.” Mas Priya menyapa semua yang hadir.

Satu persatu dia menyalami mereka dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya.

Tanpa terasa, buah-buah telah selesai di kupas dan di potong-potong untuk di jadikan rujak. Mommy muncul dengan piring dan saus untuk rujak.

” Ayo, silahkan di nikmati rujaknya..makasih sudah mau berkunjung dan memberi semangat untuk kami.”

Ucapan mommy menjadi penutup acara. Mereka makan rujak sambil ngobrol riang penuh canda dan tawa.

” Eits..lupa. Kok cuma kita saja yang didengarkan pendapatnya. Mommy dan mbak Asih juga dong!” Teriak Ajen. Namun saat mencari, mommy dan  Asih ternyata  telah kabur ke dalam rumah. Tawa mereka makin riuh.

13292919271299452457

0 komentar:

Posting Komentar