Senin, 16 April 2012

(FF) Perang Di Mulai

0



1329296213869809942

Asih lari terbirit-birit  ke kantor desa. Beberapa warga yang melihat hanya melongo. Mereka menegur namun teguran mereka tak mendapat balasan. Asih sudah sangat panik ketika tiba di kantor desa.

” Gawat! gawat Acik. Pokoknya sekarang juga kita harus mengungsi.” serunya sambil berdiri mengatur nafas.

Acik yang kaget hampir saja menumpahkan teh panas yang baru saja dibuatnya. Dengan cepat dia menaruh di atas meja.

” Memang ada apa, mbak Asih? kok kita harus ngungsi?” tanyanya heran.

” Bakal ada perang.”

” Hah? hari gini masih perang? Siapa yang perang dan kenapa kita harus mengungsi?”

” Kita harus mengungsi karena yang perang itu mas Kades Hans, mas Reporter, mas Erwin dan kang Inin. Perang memperebutkan Kembang.” jelas Asih dengan wajah panik cenderung pucat. Acik tertawa.

” Aduh, mbak Asih itu mah lagu lama. Mereka udah terbiasa perang sejak dulu.”

” Tapi ini lain, Cik! ini gawat dan kita harus mengungsi.”

” Kenapa begitu?”

” Kamu belum paham juga. kantor desa bakal jadi sasaran tembak. Aa kades bakal di serbu. Mbak gak mau jadi korban di kantor desa ini. Ayo, kita kabur secepatnya!”

Acik baru paham. Dari wajah tenang akhirnya dia juga ikut panik. Siang itu juga mereka berdua kabur meninggalkan kantor desa.

*************

0 komentar:

Posting Komentar