Minggu, 15 April 2012

Sinar Mau Jadi Hansip

0

Sore ini tidak seperti hari-hari kemarin. Anak-anak kecil berkumpul di pos ronda. Depe Kecil, Suri dan Sinar asyik bermain dan bercanda dengan Dorma. Tentu saja sambil bermain, mulut mereka juga sibuk mengunyah makanan, sama dengan Dorma.

“ Ayo, anak-anak sekarang kita main game cita-cita, kalian harus menyebut cita-cita kalian kalau besar mau jadi apa. Lengkap dengan alasannya.”

Anak-anak menyambut gembira.

“ Setuju, tante Dolma.” Teriak mereka.

“ Tapi alasan itu apa ya?” Suri nyelutuk.

“ Alasan itu, kenapa Suri memilih cita-cita.” Dorma terlihat bingung menjelaskan.

“ Bisa kita mulai??? Nah, Pertama tante mo nanya Depe. Kalo besar mau jadi apa?”

“ Pemain sepak bola tante! Biar bisa ikut timnas.”

Mereka tepuk tangan.

“ Bagus.Bagus. Cita-cita yang luhur. Kalo Suri, mau jadi apa?”

“ Suli mau jadi plesiden tante…engggg..kalna kalo jadi plesiden, foto Suli bisa ada di kelas.” Dorma tersenyum. Hanya Depe dan Sinar yang tidak. Mungkin mereka belum mengerti mengapa Dorma tersenyum.

“ Nanti kalo Suli jadi plesiden, minta om lepoltel foto ya.” Suri mengangguk setuju. Makin lebar senyum Dorma.

“ Kalo Sinar mau jadi apa?”

“ Sinal mau jadi hanscip sepelti tante Dolma.”

Dorma terlonjak kaget. Cita-cita yang meleset dari perkiraannya. Dalam hati Dorma merasa senang. Akhirnya generasi penerus hansip di Desa Rangkat telah lahir. Dia adalah Sinar.

“ Kenapa Sinar mau jadi Hansip seperti tante?” tan ya Dorma dengan lembut.

“ Kalna kalo jadi hanscip sepelti tante, bisa maen telus di pos londa. Tlus banyak makanan,tlus bisa tidulan, enak cuma duduk-duduk aja.”

Dorma terkesima. Inikah alasan Sinar memilih jadi hansip? Jadi kerja Dorma selama ini di mata anak-anak hanya main-main, makan dan duduk-duduk saja? Dorma jadi lemas. Nasib-nasib. Dasar anak-anak. Cita-cita mereka begitu lugu selugu alasannya. **

0 komentar:

Posting Komentar