Minggu, 15 April 2012

Semangat Bunda RT Menyambut Pilkades

0

Suasana pasar kecamatan sangat ramai. Ditengah hiruk pikuk para penjual dan pembeli nampak Devi dan bundanya tengah sibuk menawar buah-buahan.

“ Lima ribu saja, ya sekilo?” tawar bunda dengan wajah semanis madu. Sayang wajah penjual yang tidak tidur sejak subuh, tetap saja tak berubah. Masih setegar tembok.

“ Sudah pas, 8000 ribu. Gak bisa kurang lagi. Saya bisa rugi kalau jual segitu.”

Devi mulai manyun di belakang bundanya. Tangannya yang mulai pegal dengan keranjang belanja membuatnya tak bisa tersenyum.

“ Bunda, cepat ya. Devi ada kuliah bentar.” Sungutnya lalu menaruh keranjang belanja di tanah.

“ Sabar dikit, gimana sih Dev? Ini juga untuk kepentingan papi mu. Entar sore kan papi mau mengadakan open house di rumah. Semoga papi bisa terpilih jadi kades.”

Mendengar bunda menyebut kades, alis pak penjual buah-buahan itu terangkat.

“ Ini untuk acara pilkades ya bu? Yang didesa Rangkat, ya?” penjual itu bertanya dengan penuh semangat.

“Benar. Darimana bapak tahu kalau Desa Rangkat ada pilkades?” tanya bunda penasaran.

“ Tuh posternya udah penuh di pasar.” Tunjuk penjual dengan tenangnya kearah poster-poster menempel.

“ Udah gini saja, bu. Karena ini untuk pilkades, saya gratiskan deh. Semoga suami ibu terpilih jadi kades.” Bunda girang bukan main.

“ Makasih, pak. Boleh tambah lagi ya..” pinta bunda dengan senyum mautnya lalu mengambil buah pepaya lagi. Devi hanya tersipu malu melihat tingkah bundanya. ***

0 komentar:

Posting Komentar