Sejak tiba di gerbang desa suasana ramai mulai terlihat. Banyak spanduk, baliho bahkan selebaran yang menempel di pohon-pohon yang berisi gambar semua kandidat kades. Asih dan Firman yang berjalan kaki hanya terkagum-kagum melihat sekeliling.
“ Benar-benar kampanye yang luar biasa..” gumam Firman.
“ Benar mas. Saya sampai kaget, ternyata animo masyarakat sangat besar.”
“ Saya tidak menyangka di Desa Rangkat, pemilihan kades seperti pemilihan bupati atau gubernur. Rame.”
“ Tapi pilihan saya tetap sama mas Hans. Dia idola saya sejak lama. Cocok jadi Kades. Tegas namun menenangkan. Humoris namun tetap berwibawa. Kelihatan santai tapi bertanggung jawab.Dan saya yakin dalam hati mas Hans ada cinta untuk Rangkat yang tak bisa di bandingkan lagi dengan apapun.”
“ Benar begitu?” tanya Firman penasaran.
“ Iya, mas. Mas Firman baru disini jadi belum terlalu mengenal sosok mas Hans. Figur yang pas ya mas Hans, tidak ada yang lain lagi.”
Sementara asyik ngobrol melintas Bocing dengan motornya. Asih hanya terpana melihat suaminya melintas tanpa sedikitpun menoleh padanya. Matanya berkaca-kaca. Firman yang menyaksikan langsung menyentuh pundaknya.
“ Sabar ya, mbak. Selama ada saya di samping mbak, tolong jangan teteskan air mata lagi.”
“ Iya..makasih mas Firman, bagaimanapun keadaan hati saya, pilihan saya tetap mas Hans.” Jawab Asih sambil terisak-isak.
“ Saya juga, mbak. Pilihan saya mas Hans.”
Asih membelalak kaget. Dalam tangis ada kebahagiaan yang hadir.
“ Benarkah? Makasih mas Firman. Mas Hans pasti senang mendengarnya.”
____________________________________________
DESA RANGKAT menawarkan kesederhanaan cinta untuk anda, datang, bergabung dan berinteraksilah bersama kami (Klik logo kami)


0 komentar:
Posting Komentar