“ Assalamu Alaikum.” Firman mengucapkan salam lalu duduk diseberang Asih yang sedang mencatat sesuatu di kertas. Asih membalas salamnya lalu kembali menulis.
“ Mbak Asih, sepertinya kita segera harus pulang ke Rangkat.” Asih menatap heran. Wajah Firman terlihat sangat serius.
“ Kok tiba-tiba mas Firman? Apa ada masalah?”
“
Bukan masalah. Tadi mom nelpon, katanya sekarang di Rangkat sedang ada
Pilkades. Mom butuh dukungan kita. Ehm..selain itu saya juga berencana
untuk secepatnya mengurus perceraian dengan Acik. Kabar yang saya
dengar, status Acik bisa membuatnya terhambat jadi bu kades.”
“ Maksud mas Firman?”
“ Kalau status Acik masih jadi istri saya, bagaimana dia mendampingi mas Halim jadi kades?”
Asih menghela nafas.
“ Maafkan adik saya ya mas?” Firman tersenyum.
“ Bukan salah mbak, ini sudah perjalanan takdir.”
“ Semoga apa yang mas lakukan membawa hal baik. Oh, ya nanti mas Firman dukung siapa? Kalau saya sejak dulu pilih mas Hans..”
“ Saya mendukung siapapun yang terpilih.” Jawab Firman mantap. Sebenarnya dia sudah punya nama yang akan dia dukung cuma masih rahasia. **
0 komentar:
Posting Komentar