Lelaki itu terduduk lesu. Dengan mata berkaca-kaca dia mengelus rambut istrinya..
”
Maafkan aku. Seharusnya sejak awal aku tak boleh memaksakan pernikahan
ini. Aku tahu kamu sangat mencintai kekasihmu. Tapi karena dorongan
cinta, aku mengabaikan semua itu. Aku berharap dengan berlalunya waktu,
kamu akan belajar mencintaiku. Tapi aku salah. Cinta memang tak bisa di
paksa. Cinta tak selamanya memiliki. Sekarang aku rela melepasmu.
Melepas ikatan perkawinan kita selama sepuluh tahun. Jangan khawatirkan
aku. Aku akan coba menjalani hari-hari tanpamu. Aku rela melakukan semua
ini demi kebahagiaanmu. Karena aku mencintaimu. Pergilah bersamanya.
Kalian memang pasangan sejati yang takkan mudah dipisahkan.Sekali lagi
aku melakukan ini karena aku mencintaimu.” ucap lelaki itu lalu mengecup
kening istrinya. Dia berdiri. Melihat dua gelas di atas meja yang
isinya telah habis. Tatapannya kosong ketika melangkah meninggalkan dua
tubuh tak bernyawa di dalam kamar itu. ***
0 komentar:
Posting Komentar