Fariz duduk dengan gelisah di sudut ruangan sebuah cafe. Karin yang ditunggunya sejak tadi belum juga tiba. Berkali-kali Fariz melihat jam tangannya untuk melihat detik demi detik yang berlalu. Dia bahkan melihat jam dinding yang ada di cafe sekedar untuk memastikan kalau jam tangannya tidak mengalami masalah. Sudah dua jam berlalu dari waktu yang mereka tentukan untuk bertemu di tempat ini tapi Karin belum juga muncul. Berbagai pikiran buruk bergantian hadir dalam pikirannya walau coba dia tepiskan. Apalagi setelah mencoba menghubungi via telpon rumah tapi hanya terdengar nada sibuk. Makin membuat Fariz cemas. Apakah telah terjadi sesuatu?
Fariz mencoba menghubungi Handphone Karin tapi tidak ada jawaban. Dia mencoba menelpon ke rumah Karin tapi nada yang terdengar tetap nada sibuk. Akhirnya setelah berulang kali mencoba menelpon, Karin akhirnya menjawab telponnya.
” Hallo, ada apa mas? Maaf tadi Handphone berbunyi aku nggak dengar…” suara Karin terdengar tenang tanpa rasa bersalah. Fariz makin merasa aneh.
” Kamu nggak apa-apa kan, Rin? Kamu di mana sekarang?” tanya Fariz dengan perasaan cemas.
” Lho, memang ada apa, mas? Aku baik-baik saja. Mas di mana sekarang?” tanya Karin masih dengan suaranya yang tenang dan lembut.
” Aku di Cafe Melati. Kita kan sudah janjian disini , Rin. Kita janjian jam dua. Tapi sekarang sudah jam lima, kamu belum muncul juga..” jawab Fariz dengan nada suara mulai kesal.
” Lho, bukannya mas Fariz yang tadi malam batalin ketemuan hari ini. Besok rencananya kita baru janjian..”
Fariz termenung sesaat.
” Siapa yang batalin? Aku nggak kirim sms ke kamu kog..”
” Mas Fariz lupa ya? Tadi malam mas Fariz kirim sms gini pesannya, Janjian besok di tunda lusa malam, soalnya aku ada janji penting, begitu pesan mas Fariz..”
Fariz terdiam. Beberapa detik kemudian dia terduduk di kursi sambil tertawa kecil.
” Halo, Halo.. mas Fariz…mas Fariz..” panggil Karin di Handphone tapi Fariz masih asyik tertawa. Fariz ingat sms yang dia kirimkan untuk Roni, teman kerjanya. Fariz dan Roni janjian hari ini tapi karena ada janji dengan Karin, tadi malam Fariz mengirim sms ke Roni untuk menunda janji mereka menjadi besok. Ternyata sms untuk Roni terkirim ke Karin. Fariz bahkan sudah menduga terjadi sesuatu yang buruk sampai Karin tidak menepati janji. Ternyata semua karena sms yang salah kirim. Fariz masih terus tersenyum sendiri tanpa menyadari semua pengunjung cafe melihatnya.*******
0 komentar:
Posting Komentar