Namanya Lintar. Umurnya mungkin delapan tahun. Sudah seminggu Lintar datang ke kios ibu Nanik. Setiap hari dia datang ke kios ibu Nanik dengan masih mengenakan seragam sekolah putih merah. Biasanya dia minta dibuatkan mie goreng. Kios ibu Nanik bukan warung makan tapi sejak hari pertama Lintar datang, ibu Nanik sudah merasa kasihan dan selalu membuatkan mie goreng dari mie instant terkadang di beri tambahan nasi. Biasanya selesai makan dia bermain dengan anak ibu Nanik. Ibu Nanik sebenarnya heran juga dengan kondisi Lintar. Sepulang sekolah pasti dia ke kios ibu Nanik, dia baru pulang saat menjelang sore.
Ibu Nanik pernah menanyakan kenapa Lintar tidak langsung pulang saja kerumahnya sehabis dari sekolah. Lintar menjawab kalau dirumahnya tidak ada orang. Ayahnya sudah lama tidak pulang ke rumah. Ibunya baru ada saat malam sehabis kerja. Kakaknya juga baru ada di rumah saat malam. Katanya di rumahnya tidak ada makanan, jadi percuma saja dia pulang. Makanya tidak heran kalau Lintar kuat jajan. Untuk anak susianya setiap kali jajan di kios ibu Nanik di atas dua puluh ribu rupiah itu sudah sangat berlebihan. Tapi Lintar terlihat seperti anak bahagia. Dengan bangga biasanya dia memperlihatkan dompetnya yang berisi banyak lembaran uang. Tapi anehnya walau terkesan banyak uang tapi penampilan Lintar jauh dari kesan itu. Pakaian sekolahnya sama sekali tidak rapi. Ada beberapa bagian yang sobek. Belum lagi tas dan sepatunya. Dia tampak seperti anak yang tidak terurus. Dalam pikiran ibu Nanik, mungkin ibunya Lintar sudah tidak punya waktu lagi untuk mengurus anaknya. Jadi setiap hari Lintar hanya di beri uang jajan yang sangat banyak.
Tapi beberapa hari ini, ibu Nanik merasa heran dengan anaknya, Dedi. Sudah tiga hari ini Dedi bersikap lain dari biasanya. Tepatnya sejak Lintar selalu mengajaknya bermain di tempat lain. Dedi selalu pulang membawa banyak mainan. Setiap kali ibu Nanik bertanya, Dedi menjawab kalau dia dibelikan Lintar. Tidak puas dengan jawaban anaknya, ibu Nanik memeriksa tas Dedi saat pulang sekolah. Betapa kagetnya ibu Nanik saat membuka tas anaknya. Di dalam tas anaknya banyak sekali uang. Ada uang recehan, lembar ribuan, lembar lima ribuan bahkan ada lembar sepuluh ribuan. Ibu Nanik heran, dia merasa tidak pernah memberi uang jajan sebanyak itu ke anaknya. Ibu Nanik langsung memeriksa uang yang ada di lemari, di kios, sama sekali tidak ada uang yang hilang. Lalu uang ini dari mana? Siapa yang memberikan?
Ibu Nanik sudah merasa cemas. Dia bertanya ke suaminya tapi suaminya menjawab tidak pernah memberi uang lebih dari lima ribu. Karena tidak bisa menahan rasa curiga ibu Nanik bertanya ke Dedi, anaknya.Akhirnya setelah didesak, Dedi mengaku kalau uang itu dia dapatkan dari hasil meminta-minta alias mengemis di pasar, ruko-ruko dan perumahan. Sudah tiga hari ini dia di ajak Lintar mengemis dengan berpakaian lusuh. Ibu Nanik langsung terduduk lemas. Berarti apa yang dikatakan ibu Ratna kemarin benar. Ibu Ratna menyampaikan ke ibu Nanik kalau dia melihat anak yang mirip Dedi sedang mengemis dalam pasar.
Sejak hari itu, ibu Nanik melarang anaknya keluar bermain dengan Lintar. Lintar boleh saja datang tapi untuk mengajak Dedi bermain jauh dari rumah, ibu Nanik tidak mengijinkan.****
0 komentar:
Posting Komentar