Sebenarnya engkau bukanlah pilihan hatiku
Namun setiap kali ku buka mataku
Hanya engkau yang selalu menatapku
Setiap kali ku buka pintu rumahku
Hanya engkau yang berdiri di bawah pohon jambu
Berdiri terpaku dengan tatapan bisu
Entah apa yang membuatmu setegar batu
Hingga menghilangkan rasa malu
Kata-kataku setajam sembilu
Namun kau tak jua berlalu
Malah mengirim senandung rindu
Yang membuatku berbalik rindu
Apa dayaku
Aku tak kuasa menolakmu
Segeralah datang untuk melamarku
Kan kusiapkan pelaminan biru
Tempat kita mengikat janji satu
Di depan penghulu
———————–


0 komentar:
Posting Komentar