Sabtu, 06 Agustus 2011

Paket Serbu Untuk Mama

0


1312344441218001186

Tiara!!! Panggil mamanya dengan suara serak. Tiara yang masih berselimut sehabis sholat subuh terbangun. Suara mamanya melebihi suara alarm handphone yang bisa membangunkannya dengan cepat. Padahal dia baru saja ingin menikmati kebebasan tidur dirumah setelah menjalani kuliah yang menguras tenaga dan pikirannya. Ternyata mudik ke rumah tetap saja tidurnya terganggu.

“ Tiara, tolong mama. Carikan nomor hape tante kamu.” Mamanya muncul lalu menarik selimut yang menutupi wajah dan tubuh Tiara.

“ Mama gimana sih! Tiara kan lagi tidur.” Keluh Tiara sambil menarik lagi selimutnya.

“ Ini sudah jam 8 pagi sayang. Puasa itu jangan tidur terus. Kamu malah cepat lelah. Ayo bangun, bantu mama ke pasar untuk persiapan buka ntar.” Tiara mengucek-ucek matanya.

“ Katanya mau dicariin no hape tante. Tante siapa sih, ma?” Tiara mengambil hape ditangan mamanya. Dia mulai melihat nama-nama di bagian kontak.

“ Tante Mia. Mama udah janjian jam tujuh bareng ke pasar tapi tantemu itu tidak nongol juga. Jangan-jangan dia ketiduran lagi…” tebak mamanya sambil duduk di spring bed persis disamping tubuh Tiara.

Tiara mulai mencari. Tapi tiba-tiba dia menghentikan kegiatannya.

“ Ehm..mama mau ngobrol lama ya?” tanya Tiara. Dia teringat kebiasaan mamanya yang suka lama kalau ngobrol pakai hape.

“ Cuma sebentar. Ayo cepat carikan mama. Keburu siang ke pasar bakal kepanasan.”

Tiara tersenyum dalam hati. Dia yakin mamanya akan ngobrol lama.

“ Tiara daftar serbu ya, ma. Jadi biar mama nelpon lama nggak bakalan kehabisan pulsa.”

“ Serbu? Apa itu?” tanya mamanya dengan wajah heran.

“ Itu, ma. Paket nelpon serba seribu dari Telkomsel khusus untuk pengguna kartu As. Nomor mama kan As.”

“ Nggak usah! Yang biasa saja. Tempo hari kakakmu pesankan mama malah pulsa mama habis sebelas ribu. Sama saja.” Protes mamanya cepat.

“ Kok bisa? Masak sih sampe segitunya, ma. Mungkin belum daftar atau mama yang kelamaan ngomong.” Tiara masih berusaha membujuk mamanya.

“ Mama bilang tidak usah! Udah ketemu nomor tantemu? Cepat telponkan mama.”

Tiara kemudian memencet tombol di hape. Tapi bukan untuk menelpon tantenya melainkan mendaftar paket serbu. Dia pura-pura terlihat bingung.

“ Lama amat. Tuh sms siapa tuh? mungkin dari tantemu.” Tebak mamanya saat mendengar bunyi sms masuk. Tiara hanya tersenyum.

“ Nggak, ma. Itu bunyi dari operator Telkomsel. Biasa suka ada pesan-pesan untuk pelanggannya.” Mamanya masih melihat dengan serius. Bunyi sms kedua tidak lagi membuat mamanya bertanya karena Tiara langsung menyebut kalau pesan itu dari Telkomsel.

“ Nah, ini ma. Udah tersambung dengan tante Mia.” Tiara memberikan handphone itu kemamanya. Dengan semangat mamanya berbicara dengan tante Mia. Tiara yang melihat mamanya ngobrol jadi tertawa terbahak-bahak dibalik selimutnya.

“ Katanya cuma bentar. Nih, udah 15 menit.” Ucapannya tidak terdengar mamanya yang lagi asyik menelpon. Mamanya ngobrol hingga setengah jam.

“ Udah. Pulsa mama habis berapa ya? Liatkan mama dulu.” Tiara melepaskan selimutnya lalu bangun dari pembaringan. Dia bersiap-siap untuk mandi. Sambil senyum-senyum dia mengambil hape dari tangan mamanya lalu mulai mengecek *889#.

“ Pulsa mama cuma habis seribu. Masih ada sisa 1800 detik. Mama masih bisa ngomong setengah jam lagi.” Mamanya menatap heran.

“ Kok bisa ya? Kan mama ngobrol lama dengan tantemu?”

“ Yaa mama, kan udah Tiara pesankan paket serbu.”

“ Oh, ya? Murah ya? Tapi kok tempo hari mama habis sebelas ribu?”

“ Pasti belum daftar, ma.” Tiara berjalan masuk ke kemar mandi. Dia masih tertawa membayangkan wajah mamanya yang kebingungan.****

0 komentar:

Posting Komentar