Sabtu, 06 Agustus 2011

Gea Dan Note Book

0


1312322348543005358


Pulang sekolah wajah Gea cemberut. Sejak masuk kerumah hingga ke kamarnya dia tidak tersenyum dan menyapa mamanya seperti biasa.

“ Kamu kenapa, sayang? Kok mukanya masam begitu?” tegur mamanya saat membuka pintu kamar. Gea mengambil kaos dan celana pendek dari gantungan pintu. Dia tidak menjawab.

“ Berantem ya sama teman?” tanya mamanya lagi.

“ Semua teman udah punya note book, Cuma Gea yang belum.” Ucap Gea. Wajahnya tetap cemberut. Mamanya terdiam. Menghela nafas lalu menghembuskannya dengan berat. Pikirannya mulai berkecamuk. Ini adalah hari ke lima Gea membicarakan masalah note book.

Sejak lima hari yang lalu setiap pulang sekolah, Gea selalu meminta dibelikan note book. Hanya bedanya, hari-hari sebelumnya dia meminta dengan gaya yang manja. Biasanya Gea membujuk mamanya dengan cara memeluk dari belakang. Tapi mamanya selalu bisa mengatasi dan membujuk Gea untuk menunda keinginannya hingga lebaran usai.

Dalam pikiran mamanya begitu banyak keperluan yang pasti akan memerlukan biaya. Puasa Ramadhan seminggu lagi. Tentu saja menjelang lebaran banyak keperluan yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

“ Kan kita sudah sepakat, beli note book ntar habis lebaran.” Ucap mamanya lembut. Mamanya masih mencoba untuk membujuk. Gea duduk menghadap meja belajarnya. Tangannya menulis-nulis sesuatu diatas kertas. Tulisan yang lebih mirip sebuah coretan.

“ Pokoknya Gea mau hari ini! Gea nggak mau sekolah kalau note book belum ada. Mama sih nggak tahu kebutuhan Gea. Banyak tugas yang membutuhkan ketikan dan internet. Teman-teman Gea gampang mengerjakan karena mereka punya note book. Lha Gea apa? Nggak ada.”

Alis mamanya berkerut. Batinnya diliputi kebimbangan. Haruskah sekarang dia membelikan putrinya sebuah note book? Kalau melihat sifat Gea yang keras, pasti besok dia tidak akan pergi sekolah seperti yang dikatakannya.

“ Baiklah. Sekarang kamu ganti baju, kita ke toko untuk membeli note book.” Ucap mamanya. Gea tersenyum lalu memeluk mamanya dengan penuh sayang. Wajahnya tidak lagi diliputi mendung.

“ Makasih ya, ma.” Ucap Gea sambil mencium kening mamanya. Mamanya balas tersenyum walau dengan pikiran berat.

*****

“ Yang ini harganya 3,5 juta, bu.” Jawab petugas toko saat mama Gea menanyakan sebuah note book cantik berwarna merah. Gea ikut berdiri disamping mamanya sambil melihat-lihat note book.

“ Apa ada yang lebih murah lagi?” tanya mamanya.

“ Ada, bu. Ini harganya dua juta.” Tunjuk petugas toko. Mama Gea senang mendengar ada harga yang pas dengan jumlah dana yang dia siapkan. Dia antusias melihat note book pink yang ada di etalase.

“ Banyak yang beli note book seperti ini, bu. Fasilitas yang ada juga lengkap. Boleh tahu yang mau pake siapa, bu?”

“ Ini anak saya. Baru kelas dua smp tapi udah mau pake note book.” Petugas itu tersenyum.

“ Sekarang memang seperti ini, bu. Anak sekolah sudah harus dilengkapi dengan laptop atau note book. Jadi gimana, bu? Kalau ibu setuju nanti kami install kan.”

Mama Gea berpikir sejenak. Dia duduk lalu melihat lagi note book yang ada dalam etalase.

“ Gimana, sayang. Yang itu saja ya? Harganya juga cocok dengan duit mama.” Bisik mamanya. Gea mengangguk cepat.

“ Jangan lupa, ma. Beli modem juga untuk internetan.” Ucap Gea senang. Mamanya terhenyak. Dia lupa kalau anaknya membutuhkan modem.

“ Oh, ya mbak. Disini ada jual modem ya?”

“ Ada, bu. Mau merk apa?”

Mamanya memandang Gea.

“ Merknya apa, sayang?”

“ Itu, ma. Telkomsel Flash. Teman-teman banyak yang pake.”

“ Kalau itu harganya 400 ribu. Tapi kelebihannya sudah ada pulsa 150 ribu. Bebas internetan selama 3 bulan.” Petugas menjelaskan dengan semangat. Mama Gea mengangguk.

“ Itu saja, mbak.”

Petugas toko kemudian meninggalkan mereka sambil membawa note book yang mereka beli. Tidak lama kemudian dia datang membawa nota pembelian.

“ Ini yang terakhir ya, sayang. Jangan lagi ada permintaan yang macam-macam.” Ucap mama Gea setelah urusan pembayaran selesai. Mereka sedang menunggu proses install note book yang menurut petugasnya membutuhkan waktu hampir satu jam.

Gea tersenyum sambil mengangguk mendengar perkataan mamanya. Dalam pikirannya telah ada daftar permintaan yang baru. Dia berniat untuk meminta dibelikan motor. Dua hari yang lalu, dia bersama Mita melihat motor cantik yang warnanya pink. Sama dengan warna note booknya yang berwarna pink.***

0 komentar:

Posting Komentar