
~ Aku Bukan Selena~ by Asih Rangkat
Aku berdiri agak jauh dari mama yang sibuk memilih gaun. Sudah tiga jam lebih kami berada di butik ini dan mama masih belum juga menemukan gaun yang sesuai keinginannya. Sebenarnya aku merasa risih dan bosan tapi demi mama, apapun akan aku lakukan.
Mama berbalik lalu mendekatiku sambil tersenyum. Aku merasa lega saat melihat gaun pink dalam dekapan mama. Semoga gaun itu pertanda akhir keberadaan kami di butik ini.
“Sayang, ayo ikut mama. Kamu harus mencoba gaun ini. Ini pas untukmu.”
Mata mama berbinar-binar menatapku sambil melekatkan gaun itu ke tubuhku. Refleks aku mendorong tangan mama. Aku sangat malu. Butik sedang sepi dan tingkah mama sejak tadi membuatnya jadi pusat perhatian. Gerakan mama sontak membuat pandangan beberapa karyawan butik tertuju padaku.
Jika di rumah aku pasrah akan sikap mama, namun ini di butik, tempat umum. Mama tak bisa lagi mengontrol sikapnya. Dia benar-benar depresi.
“Kenapa sayang? kamu nggak suka dengan gaun ini?” tanya mama. Nampak kekecewaan dari sorot matanya. Aku nyaris menangis.
“Mama, aku bukan Selena. Aku bukan perempuan, ma. Aku Sevin, ma. Mama ingat aku kan?”
“Kamu Selena! siapa bilang kamu Sevin. Sevin sedang berada di luar negeri. Kamu jangan ngaco, Selena. Mama tahu kamu pasti tidak suka dengan gaun ini. Ayo kita cari lagi yang lainnya, yang kamu suka.” Mama menarik tanganku menuju deretan gaun yang tertata rapi di etalase.
Mataku telah basah dengan bening embun. Mama, aku bukan Selena, ma, jeritku dalam hati. Aku Sevin, putramu. Bukan Selena yang meninggal lima tahun yang lalu.
*****
( Fiksi mini )
0 komentar:
Posting Komentar