“Latihan berpisah?” Firman menatapku tajam. Aku menunduk menghindari tatapan matanya.
“Kamu mimpi apa semalam? Kok kita harus latihan putus? Apa kamu ingin kita putus?”
Aku tetap menunduk. Berusaha menahan gejolak rasa agar tak menumpahkan air mata di depannya. Tissu yang kupegang telah berubah bentuk menjadi bulatan kecil. Firman menyentuh jemariku.
“Katakan, ada apa sebenarnya hingga timbul ide gila dalam kepalamu? Apa aku sudah berbuat salah?”
Aku menggeleng.
“Bukan, mas nggak pernah buat salah.”
“Lalu alasannya apa? Baru kali ini aku mendengar kalimat latihan putus..”
Firman menyandarkan tubuhnya sambil menghela nafas.
“Aku..aku hanya ingin merasa terbiasa saat kehilangan mas..”
Firman terlonjak kaget.
“Aduh, Kiran! Kalimat apa lagi ini? Aku nggak pernah ada niat untuk meninggalkan kamu apalagi untuk putus. Tolong jangan berpikir yang rumit-rumit seperti ini.”
Aku meliriknya, tersenyum dengan perasaan getir.
Tapi aku merasakan jika mas seolah ingin meninggalkan aku.. benarkah hanya perasaanku ataukah rasa itu nyata dalam hatimu..
“Aku tidak berpikir rumit mas, hanya ingin mempersiapkan diriku. Kelak kalau kita benar-benar berpisah, aku telah terbiasa dan tak merasakan luka yang menyakitkan..”
“Kiran!” Firman meraih tanganku, merangkul sambil menepuk pundakku.
“Tidak ada kalimat perpisahan. Di antara kita sudah terikat ikatan suci dan hanya perlu disahkan oleh KUA. Calon istriku hanya kamu. Tidak ada gadis lain yang berhak menyandang gelar Nyonya Firman selain dirimu. Mengerti?”
Aku terdiam mendengar ucapanmu yang penuh ketegasan. Tersanjung sekaligus terharu. Kata-katamu sejenak mengaburkan rasa cemas dan khawatir yang tiba-tiba hadir dalam hatiku. Aku bahagia.
Tapi itu beberapa bulan yang lalu.
Suaramu bahkan masih terngiang dan sanggup membuat hatiku bergetar. Kini di kursi taman ini, hanya aku seorang diri, duduk menikmati dinginnya pagi. Tak ada dirimu dengan kata-kata yang penuh ketegasan tentang hubungan kita.
Aku dan selembar undangan pernikahan. Kuterima kemarin dan membacanya dengan linangan air mata. Disana tertera namamu dengan gadis lain, bukan diriku...
Kini aku percaya, rasaku tak pernah salah...
**********
sumber gambar disini


0 komentar:
Posting Komentar