Minggu, 15 April 2012

Pendaftaran Hansip di Desa Rangkat

0

Sejak terpilih sebagai Kades Rangkat meski belum dilantik secara resmi, gosip pengganti mas Hans sebagai hansip juga kencang bergulir. Namun entah mengapa tak ada satupun berkas lamaran yang singgah di meja bos hansip, Pak Thamrin Dahlan.

Karena itu maka aturan pun diberlakukan. Keputusan yang memaksa warga, baik perempuan ataupun laki-laki yang sudah menikah ataupun masih bujangan untuk mengirimkan berkas lamaran mereka. Niat Pak Thamrin sangat mulia. Beliau ingin menghadirkan semangat membela negara pada warganya.

Namun sayang, saat panggilan wawancara, hanya beberapa warga yang hadir. Itu pun setelah mas Hans datang lengkap dengan pentungannya ke rumah mereka masing-masing. Mas Roni yang masih tidur bergegas mandi dan kabur ke rumah Pak Thamrin. Begitu juga Kang Inin yang di cegat mas Hans saat melaju dengan sepeda onthelnya.

Rey dikejar dengan pentungan karena berusaha kabur dengan banyak alasan. Mas Bocing diangkut saat sedang terlelap tidur. Mas Reporter selamat karena mengelak dengan alasan dia bertugas sebagai sesi dokumentasi. Hanya mas Firman, mas Syarief dan mas Pongky yang sukarela datang untuk wawancara.

Maka wajarlah saat sesi interview, terlihat wajah-wajah mereka tidak bersemangat. Lain dengan mas Firman, mas Syarief dan mas Pongky yang tampak antusias menyambut pendaftaran ini.

“ Roni!” teriakan dari dalam rumah terdengar. Mas Roni beranjak berdiri namun sebelumnya dia berdoa. Kang Inin memberikan semangat dengan gerakan tangan.

“ Kenapa kamu mau jadi hansip?” Pak Thamrin mulai interview.

“ Saya takut dengan pentungan mas hans, Pak.” Jawab Roni seadanya tanpa melihat wajah Pak Thamrin yang terheran-heran.

“ Trus?”

“ Sekarang ini, saya juga lagi nganggur, pak. Lumayan buat nambah pengahasilan..” mas Roni tersipu malu.

“ Siap begadang semalam suntuk untuk menjaga keamanan desa?”

“ Sepertinya belum siap , pak!”

“ Loh, gimana mau ronda kalo gak kuat begadang?” Pak Thamrin geleng-geleng kepala sambil menutup berkas mas Roni. Tidak ada semangat dari helaan nafasnya.

Tiba giliran kang Inin.

“ Saya dipaksa mas Hans, pak.” Jawab Kang Inin waktu ditanyakan tujuannya menjadi hansip. Pak Thamrin hanya tersenyum mendengar jawabannya.

“ Ada lagi alasan lain?”

“ Kasihan neng Dorma ronda sendirian, harus ada yang menemani.”

“ Itu saja?” Pak Thamrin masih penasaran.

“ Pesan mas Hans, agar saya menjaga neng Dorma, juga untuk mengamankan makanan yang ada di pos ronda.” Pak Thamrin nyaris tertawa.

“ Makanan? Di pos ronda banyak makanan?” Kang Inin mengangguk cepat.

“ Bapak belum tahu ya, pak? Setiap malam, pos ronda penuh dengan makanan. Warga begitu baik menyediakan aneka kue, cemilan hingga makanan yang mengundang selera.”

“ Oh, ya?” Pak Thamrin tertawa. “ Lain waktu saya akan bergabung biar bisa menikmati makanan di pos ronda.”

Kang Inin kemudian keluar setelah kelar wawancara.

“ Ternyata kamu masih berminat jadi hansip.” Sambut Pak Thamrin saat Rey masuk ruangan dan menjabat tangannya.

“ Tidak ada pilihan lain, pak. Saya sudah berusaha kabur tapi tetap saja di kejar mas Hans…” wajah Rey terlihat murung. Pak Thamrin tak bisa lagi menahan tawanya. Terlebih saat mas Bocing masuk dan mengatakan tak tahu apa-apa karena baru saja terbangun. Tawa Pak Thamrin makin tak tertahankan.

Keesokan harinya saat mas Hans mengunjungi bosnya itu, Pak Thamrin terlihat begitu gembira.

“ Sudah ada calon pengganti saya, Pak?” tanya mas Hans begitu duduk di ruang kerja Pak Tahmrin.

“ Sudah ada tapi saya juga berubah pikiran.”

“ Maksud bapak?”

“ Biar saya yang menggantikan tugas mas Hans untuk sementara waktu sambil melatih hansip baru yang terpilih. Saya jadi rindu untuk kembali menikmati masa-masa jadi hansip. Bagaimana? Kamu setuju kan?”

Mas Hans hanya mengangguk sambil tersenyum miris. Dia bingung melihat sikap bos nya itu. Namun Pak Thamrin tak melihat wajah anak buahnya yang bingung, dalam hayalannya telah hadir banyak makanan dan cemilan yang enak di pos ronda. ***

________________________________________________________________________________
DESA RANGKAT  menawarkan kesederhanaan cinta untuk anda,  datang, bergabung  dan berinteraksilah bersama kami (Klik logo kami)
13018350631199293075

0 komentar:

Posting Komentar