Wajah mbak Imels memerah karena menahan amarah. Sejak tadi dia duduk dengan gelisah di bawah pohon.
“ Terserah kamu mau pergi kemana saja.Aku tidak peduli lagi. Tapi jangan libatkan aku dengan warga. Saat kamu berbuat jahat, kamu pulang mencariku. Kalo seperti ini, aku yang repot. Cicilan belum lunas, datang lagi tagihan karena motor yang kamu tabrak. Kamu maunya apa sih?”
Mata mbak Imels melotot karena geram tak mendapat tanggapan dari si embek Jack yang tetap asyik mengunyah rumput. ***
____________________________________________
DESA RANGKAT menawarkan kesederhanaan cinta untuk anda, datang, bergabung dan berinteraksilah bersama kami (Klik logo kami)


0 komentar:
Posting Komentar