Mas
Reporter mengamuk. Pukulannya bertubi-tubi menyentuh Aa kades yang
hanya diam menerima. Tak berusaha menghindar apalagi membalas. Sungguh
pemandangan yang memilukan. Kang Inin yang tak tahan akhirnya keluar dan
menarik baju mas Reporter.
“ Cukup mas, jangan marah pada Aa Kades Hans. Bersaing secara sehat jangan pake berantem.”
Mas
Reporter mengusap peluh di wajahnya. Dia melangkah lesu menjauh
meninggalkan Kang Inin yang sibuk merapikan sobekan poster Aa Kades yang
tadi menempel di pohon pisang.
****
0 komentar:
Posting Komentar