Ardi memandangi wanita yang tengah memberikan kuliah singkat mengenai telekomunikasi. Wanita itu berdiri di depan para peserta pelatihan dengan sangat percaya diri. Dia memberikan kuliah dengan begitu menarik hingga para peserta pelatihan tidak jenuh dan mengantuk. Apalagi selepas makan siang, kalau yang memberikan materi tidak pintar menyiasati keadaan, maka di jamin para peserta akan hilang konsentrasi dan mengantuk sepanjang jam pelatihan. Tapi bukan itu yang menjadi perhatian Ardi sejak wanita itu memasuki ruangan. Ardi hanya memperhatikan tingkah laku wanita itu. Dari raut wajah, samar-samar Ardi serasa mengenalnya. Tapi siapa? dan di mana?
Setelah setengah jam memperhatikan. Ardi langsung memukul pahanya dengan pelan. Dia ingat wanita itu wajahnya mirip Desyanti, temannya. Desyanti dulu berpacaran dengan teman Ardi, makanya Ardi mengenalnya. Ardi menatap lagi wanita itu untuk memperjelas ingatannya. Siapa wanita itu?. Apa hubungannya dengan Desyanti, kenapa wajah mereka begitu mirip. Sewaktu baru masuk dan memperkenalkan diri, wanita itu mengatakan kalau namanya Anita. Apa Wanita itu saudaranya Desyanti atau mereka ada hubungan keluarga?.
Karena penasaran Ardi kemudian membuka buku jadwal pelatihan yang dibagikan ke semua peserta pelatihan. Dia langsung terkejut begitu melihat nama yang tertera di buku itu. Nama pemateri sekarang ini, yang sedang berdiri di depan mereka adalah Laksmi Juanita. Benar dia kakak dari Desyanti Maharani. Rasanya Ardi tidak percaya, mengapa dia tidak menyadari kalau Laksmi begitu menarik. Wajahnya terlihat cantik didukung kecerdasan dan kepercayaan diri memenuhi seluruh penampilannya. Ardi masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia ketahui. Ardi teringat kembali awal mula dia berkenalan dengan Laksmi.
Waktu itu dia menelpon ke rumah Desyanti ( Desyanti sudah putus dengan teman Ardi). Tujuannya hanya ingin menyambung kembali pertemanan karena dia baru selesai tugas di luar propinsi selama tiga tahun. Ternyata yang menerima telpon kakak Desyanti, Laksmi. Dari obrolan dengan Laksmi, Ardi jadi tahu kalau Desyanti sudah menikah dan ikut suaminya bertugas di propinsi lain.
Pertama kali menelpon Ardi hanya ingin mencari Desyanti. Tapi kemudian dia jadi sering menelpon untuk berbicara dengan Laksmi. Ardi pada saat itu baru saja patah hati karena pacar yang di tinggalkan bertugas, ternyata selingkuh dengan temannya sendiri. Stress dengan masalah yang menimpanya, Ardi bermaksud curhat dengan Desyanti karena dia sudah mengenal Desyanti dengan baik. Tapi kemudian dia malah menjadi akrab dengan Laksmi via telpon.
Selama satu bulan mereka saling telpon-telponan. Tapi selama satu bulan itu belum pernah sekalipun mereka bertemu. Ardi yang terlalu sibuk hanya punya waktu kosong jam sembilan malam keatas, membuatnya kesulitan untuk bertemu dengan Laksmi. Apalagi dalam pemikirannya waktu itu, Laksmi hanyalah teman bukan target untuk dia jadikan kekasih. Ardi masih menyeleksi calon-calon yang ada di dekatnya.
Sampai suatu ketika Laksmi jatuh sakit. Dia sakit sangat parah. Laksmi jadi jarang menerima telpon dari Ardi karena kondisinya sangat lemah. Sebulan Laksmi sakit, Ardi belum sempat mengunjunginya.Dia merasa sangat kehilangan, tapi karena kesibukannya dia jadi terkesan tidak perduli. Ardi terus memikirkan Laksmi dan merasa ada bagian dari dirinya yang hilang karena tidak ada lagi teman untuk ngobrol yang sebaik Laksmi. Baru dua bulan kemudian atas saran temannya setelah dia menceritakan status hubungannya dengan Laksmi, Ardi berniat mengunjungi Laksmi. Malam itu Ardi kemudian menjenguk Laksmi. Dengan ditemani sahabatnya dia mencari alamat rumah Laksmi.
Malam sudah menunjukkan jam sepuluh waktu mereka tiba di depan rumah Laksmi. Sudah bukan lagi jam bertamu yang wajar. Tapi karena niat membesuk maka itu mereka anggap wajar saja. Setelah mengetuk pintu, kakak Laksmi yang menerima mereka. Keluarga Laksmi kaget karena tidak biasanya ada tamu yang berkunjung sudah hampir larut malam. Ardi kemudian memperkenalkan diri. Keluarga Laksmi bersikap sangat akrab karena mereka mengenal Ardi walaupun hanya mengenal nama saja. Ardi sebenarnya sudah tidak sabar ingin bertemu Laksmi yang belum terlihat sejak tadi.
Lima belas menit kemudian Laksmi keluar. Ardi terkejut sekaligus kecewa. Inikah Laksmi yang bersuara lembut yang sekian lama mengisi hari-harinya? Ardi sangat kecewa. Dia berharap bertemu dengan wajah sejenis Desyanti yang lumayan cantik. Tapi kenapa Laksmi berbeda 360 derajat?. Wajahnya boleh dikatakan di bawah standar, bukan wajah yang di impikan Ardi. Apalagi saat itu laksmi menggunakan kursi roda. Akhirnya Ardi jadi patah semangat. Dia ngobrol tapi hanya sekedar basa-basi. Setelah beberapa lama Ardi kemudian mohon diri. Ardi meningalkan rumah Laksmi dengan kekecewaan yang teramat sangat. Dia lalu bertekad tidak akan menghubungi Laksmi lagi.
Sejak hari itu Ardi tidak pernah lagi menghubungi Laksmi. Laksmi masih sering menghubunginya Via telpon kantor atau Handphone. Tapi tidak pernah sekalipun Ardi menerimanya. Pesan singkat dari Laksmi di Handphonenya juga tidak pernah dia balas. Ardi sudah menutup buku dan lembaran ceritanya dengan Laksmi.
Sampai kemudian dia bertemu dengan Laksmi hari ini di sebuah ruangan pelatihan. Dengan penampilan Laksmi yang cantik. Rasanya Ardi tidak percaya. Bagaimana mungkin Laksmi yang malam itu di temuinya sangat jelek bisa berubah jadi begitu cantik?. Ardi kemudian menatap Laksmi yang masih asyik memberikan materi pelatihan. Kesadaran Ardi kemudian timbul. Dia jadi ingat, kalau waktu itu Laksmi sakit parah. Rambutnya rontok, badannya kurus sekali. Harusnya Ardi sadar, mana ada orang yang sakit parah bisa kelihatan cantik Dia harusnya tahu, Desyanti saja cantik, pastilah saudaranya kalaupun tidak terlalu cantik, pastilah tidak terlalu jauh berbeda dari Desyanti.
Ardi kemudian menyesali tindakannya waktu itu yang terlalu cepat mengambil keputusan meninggalkan Laksmi yang mungkin saja waktu itu terluka hatinya. Tapi penyesalan sudah terlambat. Apalagi saat Ardi melihat cincin yang melingkar di jari Laksmi pertanda dia sudah menikah, makin membuat sesal di hati Ardi. Terlebih lagi karena sampai hari ini dia belum menikah.
0 komentar:
Posting Komentar