Senin, 27 Februari 2012

Asa Yang Hilang

0

 

Bayangmu masih terlihat dalam sinar rembulan lima belas hari

Langkahmu tertatih meninggalkanku seorang diri, yang masih meratapi diri

Aku berdiri di teras rumah yang mulai goyah karena usia

Segoyah pendirianmu akan cinta kita..

Kucoba tatap rembulan yang bahkan sinar lembutnya terasa menyakitkan

Menambah lukisan sedihku di malam-malam sebelumnya

Saat pesanmu lewat angin malam kian hilang di telan kesunyian

Akankah embun dapat  menyejukkan mata hatiku yang kian kelam

Terbayang saat kau datang dengan tatapan sedih tanpa senyuman

seolah membawa pesan lisan penuh duka

Menahanku merangkai kata indah dari puisi cinta yang terpendam lama

Senja makin temaram saat mengalir kata dari hatimu yang basah karena air mata

Tak akan ada ikatan  cinta yang menjadi impian kita

karena aku bukanlah seorang puteri…

Yang bermahkota….

0 komentar:

Posting Komentar