Awal Februari seperti tahun-tahun yang telah berlalu
Sebuah kenangan kembali menyesakkan batinku
Ingin ku tepiskan namun bayang wajahmu selalu mengikuti
Hadir dalam mimpi-mimpi tidurku
Raut wajahnya yang tersenyum mengiris hatiku
Andai bisa ingin kubuang semua kenangan tentangmu tentangnya
Namamu dan namanya yang bersanding hingga kini masih hadirkan luka
Guratkan kesedihan yang tak tahu kapan akan berakhir
Kala itu kukira semua akan hilang bersama waktu
Aku hanya bisa meratapi cincin yang melingkar di jemarimu
Ternyata tangisku tak juga berhenti meski bertahun telah terlewati
****


0 komentar:
Posting Komentar