
Antara ada dan tiada, seperti itulah jejakmu
dalam hatiku
Seikat mawar dan setetes embun, sempurna,
demikian tuturmu
Ingin bertanya tapi lidahku kelu, hanya
terkurung dalam balutan gelisah
Harum mawar itu untuk siapa, jika pertemuan
diriku tak kau sapa
Rimbun bambu pembatas itu, hembuskan aroma
tubuhmu
Alam pun tahu kemana cinta hendak terarah
Namun mengapa dirimu masih membisu
Gemericik air sungai bisikkan rahasia hatimu
Kenapa dirimu tak juga bergeming
Adakah rahasia lain hingga tak ada kata
darimu?
Tatapku kian nanar menanti ungkapan cinta
darimu
***

0 komentar:
Posting Komentar