Minggu, 15 April 2012

Ramalan Calon Ibu Kades ( ECR )

0

Mbak Asih, siap-siap besok pagi saya jemput ya.

Pesan singkat yang terkirim dari kang Inin membuat Asih penasaran. Ada masalah apa hingga kang Inin menjemputnya minggu pagi besok? Tapi pikiran Asih tidak mengembara jauh. Kang Inin selalu menghubunginya jika menyangkut urusan gadis. Pasti kali ini juga masih ada kaitan dengan yang namanya jatuh cinta.

Tapi tebakan Asih meleset. Saat muncul pagi ini, dandanan kang Inin tidak klimis. Dia bahkan menggunakan sepeda onthelnya, bukan minjam motor mas Reporter seperti biasa jika dia ingin menemui seorang gadis.


“ Cepat naik, mbak Asih. Pegangan ya, saya bakal balap. Jangan khawatir, saya masih sodara sama Valentino Rossi.” Asih terbahak di belakang.

“ Kang Inin mau kemana sih? sepertinya rahasia.”

“ Benar rahasia. Ini tugas dari Aa Kades.” Asih nyaris terjatuh karena kaget mendengar kang Inin menyebutkan nama kades.

“ Tugas apaan? Beli gladiol?”

“ Aduh, gladiol mah lewat. Itu urusan perempuan. Ini menyangkut masa depan desa Rangkat.”

Asih makin penasaran. Namun kali ini kang Inin seperti irit informasi. Dia hanya mengatakan tugas rahasia.

Sepeda onthel terus melaju menuju pasar di kecamatan. Setelah memarkir dan memberi pesan macam-macam pada tukang cukur agar menjaga sepeda onthelnya, kang Inin dan Asih masuk ke dalam pasar. Mereka menyelinap di antara keramaian orang-orang.

Asih yang masih penasaran hanya mengikuti langkah kang Inin.

“ Kang Inin mau kemana sih? Kalau bisa sendiri, ngapain ajak-ajak saya?” keluh Asih sambil berjalan.

Kang Inin yang berjalan di depan berbalik. Dia menatap Asih dengan mimik serius.

“ Saya butuh mbak Asih sebagai saksi. Aa kades bakalan tidak percaya kalau saya yang memberitahu. Tapi kalau ada mbak Asih, saya yakin Aa kades akan percaya seribu persen.”

“ Tapi sebutkan dulu. Kita ini mau kemana?”

“ Mau ke peramal.”

“ Peramal?!?! Kenapa kesana? Siapa yang mau diramal?” Kang Inin kembali berbalik sambil menaruh telunjuk di bibirnya.

“ Sabar, mbak Asih. Ditengah keramaian seperti ini, gosip bisa cepat tersebar sebelum kita menarik nafas lagi. Hati-hati. Nanti saja di sana mbak akan mengerti.”

“ Kenapa jauh-jauh kesini? Bukankah ada ki dalang?”

“ Ki dalang pergi merantau. Entah kapan dia balik. Menunggu dia kembali sama saja menanti kehancuran Aa kades.”

Asih tercekat. Dia cemas mendengar ucapan Kang Inin. Karena itu dia tidak bertanya lagi.

Langkah kang Inin terhenti di depan sebuah kios kecil dibelakang pasar. Letaknya yang terpencil membuat kang Inin tidak perlu melihat sekeliling saat melangkah masuk ke dalam kios.

“ Aman, mbak Asih. Tidak ada yang mengikuti kita. Bisa gawat kalau ada yang tahu, saya dan mbak Asih ke peramal demi Aa kades.”

Kang Inin dan Asih menemui seorang lelaki yang memakai pakaian serba hitam. Dia juga memakai penutup kepala hitam. Tak ada asap kemenyan yang memenuhi ruangan.

“ Permisi, pak. Kami kemari ingin minta bantuan bapak untuk diramal.” Kang Inin memulai pembicaraan. Lelaki yang tidak terlalu tua itu menatap sekilas. Suasana mistis membuat tatapannya seperti ada aliran magic.

“ Aku sudah tahu.” Jawabnya.

“ Bapak sudah tahu? Hebat! Kalo begitu apa hasil yang bisa kami bawa pulang, pak?”

“ Pilih gadis berjilbab, pilih yang membawa bunga, pilih yang menyukainya. Dengan begitu dia bisa selamat.”

“ Gadis berjilbab? Tapi siapa pak?” Kang Inin terlihat bingung. Tapi peramal itu tidak berbicara lagi. Dia menyuruh Asih dan kang Inin keluar dengan gerakan tangan. Wajah kang Inin cemberut tapi tidak lupa menaruh uang di depan peramal itu.

Sepanjang perjalanan pulang kang Inin tidak berhenti dengan ocehannya. Dia kesal dengan jawaban peramal yang dinilainya bukan memecahkan masalah.

“ Itu namanya jawaban menggantung. Calon ibu kades kecuali Sekar, semuanya memakai jilbab. Semuanya juga membawa bunga. semuanya menyukai Aa kades. Jadi siapa yang terpilih? Kalau jawaban seperti itu tidak perlu Aa kades memberi tugas rahasia. Dia juga bisa menentukan pilihannya sendiri.” Omel kang Inin.

*****

ECR 4
____________________________________________________________________
DESA RANGKAT  menawarkan kesederhanaan cinta untuk anda,  datang, bergabung  dan berinteraksilah bersama kami (Klik logo kami)
13018350631199293075

0 komentar:

Posting Komentar